Dibantu Unila, KWT Sebaya Ciptakan Kopi Herbal Rasa Mint
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat dari Unila Dr Maria Erna Kustyawati membeberkan, keunikan dari kopi bubuk herbal ini adalah memiliki nilai lebih yakni
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Daniel Tri Hardanto
Unila sudah mempraktikkan olahan kopi bubuk herbal bercita rasa mint yang merupakan hasil penelitian dosen dan mahasiswa.
"Bahan minyak esens ini juga bisa dibeli secara mudah termasuk melalui belanja online. KWT Sebaya juga mengapresiasi saat kami berikan seduhan kopi bubuk herbal untuk dicoba, ada sensasi semriwing saat diseruput," paparnya.
Salah satu anggota tim pengabdian yang juga dosen dari Fakultas Pertanian Samsul Rizal menambahkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi awal pada Januari 2020 lalu sebelum pandemi.
"Pengenalan awal ke KWT Sebaya yang menjadi salah satu sentra penghasil kopi di Lampung, namun masih dalam bentuk bubuk kopi biasa, bukan mint," ungkap Samsul.
Lalu pada 16 Juli 2020 tim pengabdian Unila kembali memberikan penyuluhan sekaligus membawa contoh produk kopi herbal hasil olahan mahasiswa.
"Inovasi produk kopi bubuk herbal ini dapat digunakan sebagai solusi terhadap sumber pendapatan petani kopi maupun bagi industri olahan kopi yang belum menggembirakan, khususnya di Kecamatan Kasui, Way Kanan," paparnya.
Anggota tim penyuluhan Unila lainnya ada Dr Teguh Endaryanto dari Fakultas Pertanian dan Dr Dewi A Iryani dari Fakultas Teknik. (Tribunlampung.co.id/Sulis Setia M)