Berita Nasional
Perempuan Diperas Polisi Gadungan asal Lampung hingga Rp 1,3 Miliar
Dalam perkenalannya, SU mengaku dirinya sebagai anggota kepolisian hingga akhirnya korban tertarik.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Seorang pria berinisial SU dilaporkan telah melakukan pemerasan terhadap perempuan asal Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Dari korban tersebut, dilaporkan kerugian mencapai Rp 1,3 miliar.
Ternyata pelaku yang merupakan warga Desa Bumi Restu, Kecamatan Abung Surakarta, Kabupaten Lampung Utara, Lampung mengaku sebagai anggota kepolisian untuk melancarkan aksinya.
SU dengan korban ternyata awalnya hanya saling kenal lewat Facebook.
Dalam perkenalannya, SU mengaku dirinya sebagai anggota kepolisian hingga akhirnya korban tertarik.
• JPU Ungkap Kronologi Pemuda Asal Lampung Selatan Perkosa Gadis di Bawah Umur
• Siswi SD Kembali Hidup Saat Jenazahnya Dimandikan
• Diduga Dihipnotis, Motor Tukang Ojek Raib, Pelaku Awalnya Minta Diantar Cari Kontrakan
• Artis Nagita Slavina Kaget Temukan Sepatu Mewahnya Jamuran, Rafathar Kasih Saran Sederhana
Hubungan mereka berlanjut dengan saling tukar nomor ponsel.
Dari situlah pelaku memanfaatkan intensitas hubungan mereka untuk memeras korban.
Awalnya Rp 1 juta
Kasat Reskrim Polres Tanah Bumbu AKP Andi Muhammad Iqbal mengatakan pelaku awalnya meminjam uang Rp 1 juta kepada korban.
"Pelaku meminjam uang dengan alasan untuk memperbaiki mobil pelaku sebesar Rp 1.000.000 dan korban pun mengirimkan ke pelaku," ujar AKP Andi Muhammad Iqbal saat dikonfirmasi, Senin (17/8/2020) malam.
Setelah berhasil meminjam uang, pelaku kemudian melancarkan aksinya melakukan pemerasan.
SU mengancam korban akan menggunakan kekerasan jika tidak memberikan uang.
"Korban beberapa kali dimintai sejumlah uang oleh pelaku dengan nomor yang berbeda secara terus menerus dan melakukan pemerasan serta pengancaman terhadap korban," beber dia.
Selain SU ternyata ada tiga orang temannya yang melakukan hal serupa kepada korban yang sama.
Hal itu terungkap setelah korban melaporkan kejadian pemerasan terhadap dirinya.