Pencurian di Lampung Tengah

Petani Apresiasi Polsek Seputih Raman Bekuk Pencuri Mesin Penyedot Air

Sejumlah petani di Kecamatan Seputih Raman mengapresiasi langkah kepolisian dalam mengungkap aksi pencurian.

Penulis: syamsiralam | Editor: Daniel Tri Hardanto
Dok Polsek Seputih Raman
Polsek Seputih Raman mengamankan SP (40), warga Kampung Sumber Bahagia, Kecamatan Seputih Banyak, karena mencuri mesin penyedot air. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SEPUTIH RAMAN – Sejumlah petani di Kecamatan Seputih Raman mengapresiasi langkah kepolisian dalam mengungkap aksi pencurian.

Menurut para petani, mereka kerap menjadi sasaran pencurian ketika sedang bekerja di tengah sawah.

"Ya banyak kawan-kawan petani di sini (Seputih Raman) yang kehilangan motor. Umumnya saat diparkir di pinggir sawah dan petani lagi menanam di tengah sawah," kata Hadi, salah seorang petani.

Tak hanya kendaraan, bahkan yang menjadi sasaran pencurian juga hasil pertanian mereka di setiap musim tanam.

BREAKING NEWS Buron 7 Bulan, Warga Seputih Banyak Ditangkap karena Curi Mesin Air

Pencurian Mesin Penyedot Air Diketahui Rekan Korban

"Kadang ya padi saat masih menjemur padi, itu juga menjadi sasaran pencurian mereka. Kalau didiamkan kan petani yang rugi," imbuhnya.

Aksi pencurian mesin Alkon penyedot air milik Parwoto diketahui oleh teman korban yang berada di lokasi pada saat kejadian.

Menurut rekan korban yang enggan disebut namanya mengatakan, pada saat itu ada dua orang yang berada di sekitar tempat kejadian perkara.

"Ada dua orang (pelaku pencurian). Saya awalnya kira mereka itu kawannya Pak Parwoto (korban). Mereka ada di lokasi saat ditinggal Pak Parwoto," ujar sumber tersebut.

Kemudian kata dia, kedua orang tersebut turun ke sawah dan mencabut pipa, lalu melepaskan pipa dari mesin dan mematikan mesin.

"Setelah itu (mematikan mesin) mereka membawa mesin Alkon dan membawanya dengan mengendarai sepeda motor, dan para pelaku pergi," katanya.

Hendak Disewakan

Mesin Alkon penyedot air oleh pelaku SP digunakan untuk disewakan kepada petani di sekitaran tempat tinggalnya di Kampung Sumber Bahagia, Seputih Banyak.

Menurut pelaku, ia tidak ingin menjual mesin Alkon dan hanya untuk sebagai sarana usaha mendapatkan uang dari barang hasil curiannya.

"Selama ini (mesin Alkon) ya buat disewakan lagi kepada petani yang mau nyedot air. Mesin bukan untuk saya jual lagi," kata SP kepada penyidik Polsek Seputih Raman.

Menurutnya, aksi pencurian mesin ia lakukan dengan satu orang rekannya.

Waktu itu mereka berkeliling kampung.

Di lokasi kejadian, mereka melihat mesin Alkon yang sedang dioperasikan namun tidak ditunggu oleh pemiliknya.

"Kami turun ke sawah mencabut pipa penyedot air lalu mematikan mesin. Setelah itu kami bawa dengan mengendarai sepeda motor," jelasnya. (Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved