Pencurian di Lampung Tengah
Pencurian Mesin Penyedot Air Diketahui Rekan Korban
Aksi pencurian mesin Alkon penyedot air milik Parwoto diketahui oleh teman korban yang berada di lokasi pada saat kejadian.
Penulis: syamsiralam | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SEPUTIH RAMAN – Aksi pencurian mesin Alkon penyedot air milik Parwoto diketahui oleh teman korban yang berada di lokasi pada saat kejadian.
Menurut rekan korban yang enggan disebut namanya mengatakan, pada saat itu ada dua orang yang berada di sekitar tempat kejadian perkara.
"Ada dua orang (pelaku pencurian). Saya awalnya kira mereka itu kawannya Pak Parwoto (korban). Mereka ada di lokasi saat ditinggal Pak Parwoto," ujar sumber tersebut.
Kemudian kata dia, kedua orang tersebut turun ke sawah dan mencabut pipa, lalu melepaskan pipa dari mesin dan mematikan mesin.
• BREAKING NEWS Buron 7 Bulan, Warga Seputih Banyak Ditangkap karena Curi Mesin Air
• Pelaku Berniat Sewakan Mesin Penyedot Air Curian
"Setelah itu (mematikan mesin) mereka membawa mesin Alkon dan membawanya dengan mengendarai sepeda motor, dan para pelaku pergi," katanya.
Hendak Disewakan
Mesin Alkon penyedot air oleh pelaku SP digunakan untuk disewakan kepada petani di sekitaran tempat tinggalnya di Kampung Sumber Bahagia, Seputih Banyak.
Menurut pelaku, ia tidak ingin menjual mesin Alkon dan hanya untuk sebagai sarana usaha mendapatkan uang dari barang hasil curiannya.
"Selama ini (mesin Alkon) ya buat disewakan lagi kepada petani yang mau nyedot air. Mesin bukan untuk saya jual lagi," kata SP kepada penyidik Polsek Seputih Raman.
Menurutnya, aksi pencurian mesin ia lakukan dengan satu orang rekannya.
Waktu itu mereka berkeliling kampung.
Di lokasi kejadian, mereka melihat mesin Alkon yang sedang dioperasikan namun tidak ditunggu oleh pemiliknya.
"Kami turun ke sawah mencabut pipa penyedot air lalu mematikan mesin. Setelah itu kami bawa dengan mengendarai sepeda motor," jelasnya. (Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pencurian-mesin-air-di-lamteng.jpg)