Curanmor di Lampung Tengah
Pelaku Beraksi Setelah Melihat Korban Tertidur, Rusak Kontak Motor dengan Leter T
Setelah korban dilihat tertidur, barulah pelaku MY melancarkan aksinya. Ia melihat korban memarkirkan motornya di bawah kandang ayam.
Penulis: syamsiralam | Editor: Reny Fitriani
Korban bersama rekannya mendapat tugas malam menjaga kandang ternak ayam tersebut.
Sampai pukul 03.00 WIB, Yudianto kemudian beristirahat.
"Pukul 03.00 WIB, saya istirahat, tidur. Motor saya parkir di bawah kandang ayam, saya bangun pagi jam 5, motor sudah tidak ada," kata Yudianto.
Yudianto menerangkan, saat ia keluar kandang, pintu depan peternakan sudah dalam kondisi terbuka.
"Paginya saya langsung melapor ke Polsek Seputih Mataram. Motor saya Honda Beat warna putih strip merah hilang," ujarnya.
Pelaku Diringkus
Jajaran Polsek Seputih Mataram tangkap satu orang pelaku pencurian sepeda motor di halaman peternakan ayam di Kampung Mataram Udik, Kecamatan Bandar Mataram, Lampung Tengah.
Pelaku berinisial MY (32) ditangkap hanya hitungan jam dari saat ia beraksi, Minggu (23/8/2020) mencuri satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih merah dengan nomor polisi B 3897 FYH milik korban Yudianto (25).
Kapolsek Seputih Mataram Iptu Jepri Saifullah mewakili Kapolres AKBP Popon Ardianto Sunggoro menerangkan, penangkapan MY setelah pihaknya mendapatkan laporan Yudianto.
"Setelah dilakukan penyelidikan atas laporan korban nomor : LP / 251-B / VIII / 2020 / Polda LPG / Res LT / Sek Semat, Tanggal 22 Agustus 2020, akhirnya diketahui pelakunya adalah MY," kata Kapolsek.
Saat dilakukan penggerebekan di rumah pelaku, polisi mendapatkan barang bukti satu unit sepeda motor yang diparkirkan pelaku di dalam rumahnya.
"Oleh pelaku, nomor polisi motor korban sudah dilepas. Namun, berdasarkan nomor mesin dapat diketahui itu adalah motor korban Yudianto," bebernya.
Selanjutnya, pelaku MY digelandang ke Mapolsek Seputih Mataram guna penyidikan lebih lanjut.
"Pelaku MY kami kenakan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman 7 tahun penjara," pungkas Iptu Jepri Saifullah.(Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam)