Kasus Corona di Lampung
Kasus Positif Covid-19 di Lampura Kembali Bertambah, Warga Diimbau Terapkan Protokol Kesehatan
Yakni Ibu Rumah Tangga (IRT), asal Kecamatan Abung Barat berinisial S umur 59 dan inisial D umur 24 tahun.
Penulis: anung bayuardi | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO, LAMPUNG UTARA - Kasus positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) kembali bertambah.
Yakni Ibu Rumah Tangga (IRT), asal Kecamatan Abung Barat berinisial S umur 59 dan inisial D umur 24 tahun.
Untuk wanita berinisial S, akan menjalani isolasi dan perawatan di RSU Ryacudu Kotabumi.
Sementara untuk inisial D masih dirawat di RS Abdoel Moleloek, Bandar Lampung.
• Warga Tanjung Bintang Positif Covid-19 Bekerja sebagai Tenaga Kesehatan di Bandar Lampung
• BREAKING NEWS Polres Lampung Tengah Amankan 51 Pelaku dalam 2 Pekan
• Kronologi Pembunuhan Keji Bocah 8 Tahun di Pagar Dewa Tubaba
• Kronologi Tabrakan Beruntun yang Libatkan 4 Kendaraan di Jalinbar Pesawaran
Kepala Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Lampura, Sanny Lumi, menjelaskan data yang masuk pada tim Gugus Tugas Lampura, hanya terhadap pasien S.
Karena yang bersangkutan berdomisili dan ber-KTP Lampura.
Sedangkan untuk D, terdata sebagai warga daerah lain, yang pulang kampung ke-Lampura.
Karenanya data yang bersangkutan masuk pada Satuan Gugus Tugas daerah lain sesuai dengan KTP-nya.
“Kalau dicatatan kita cuma satu pasien, sebab untuk D meski dirinya pulang kampung ke Lampura tetapi ber-KTP daerah lain. Karenanya ia masuk pada data Gugus Tugas daerah lain,” terang Sanny, Jumat 4 September 2020.
Pasien S setelah dilakukan Rapid test hasilnya reaktif, dilanjutkan dengan swab test.
Dari sana diketahui jika S positif.
Dengan riwayat terjadi kontak langsung pada pasien positif asal Abung Barat beberapa waktu lalu.
Karena kediaman keduanya bersebelahan.
“Ada kontak langsung, karena S ini rumahnya bersebelahan dengan pasien positif yang kini masih dalam perawatan,” jelas Sanny.
S dalam kondisi sehat, hanya yang bersangkutan memiliki penyakit bawaan.
Karenanya terhadap S akan dilakukan isolasi dan perawatan di RSU Ryacudu Kotabumi.
“Kondisi S sehat, hanya memang beliau memiliki penyakit penyerta lainya. Untuk itu S akan kita rawat di RSU Ryacudu Kotabumi,” katanya.
Sanny menghimbau, agar masyarakat Lampura dapat menerapkan protokol kesehatan.
Memakai masker dan mencuci tangan, serta menghindari kontak langsung atau kerumunan. Utamanya dengan warga pendatang. (Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)