Tribun Bandar Lampung

Niat Jual Helm, Remaja di Bandar Lampung Kehilangan Motor

Berniat menjual helm dengan cara cash on delivery (COD), seorang remaja di Bandar Lampung malah kehilangan motor.

Penulis: joeviter muhammad | Editor: Daniel Tri Hardanto
TribunBatam
Ilustrasi - Berniat menjual helm dengan cara cash on delivery (COD), seorang remaja di Bandar Lampung malah kehilangan motor. 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Muhammad Joviter

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Berniat menjual helm dengan cara cash on delivery (COD), seorang remaja di Bandar Lampung malah kehilangan motor.

Nasib sial itu dialami Zaky (16), warga Jalan Sriwijaya, Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung.

Dari informasi yang dihimpun Tribunlampung.co.id, Zaky kehilangan motor Honda Beat hitam nomor polisi BE 2556 ACF, Jumat (11/9/2020) sekira pukul 18.30 WIB.

Suci (20), kakak kandung korban, mengatakan, saat itu Zaky dan temannya berboncengan motor untuk menemui calon pembeli helm.

Korban sepakat transaksi secara COD di Jalan Sultan Agung, dekat Transmart Bandar Lampung.

Saat korban dan temannya menemui calon pembeli, motornya ditinggal di pinggir jalan.

Sebelum Terkapar Diamuk Massa, HD Petik Motor saat Pemiliknya Beli Rokok di Warung

BREAKING NEWS Pelaku Curanmor Asal Lamtim Tewas Dimassa di Sukarame

Motor korban Zaky yang dicuri di Jalan Sultan Agung, dekat Transmart Bandar Lampung, Jumat (11/9/2020) lalu.
Motor korban Zaky yang dicuri di Jalan Sultan Agung, dekat Transmart Bandar Lampung, Jumat (11/9/2020) lalu. (Dok Korban)

Ketika itulah motor kesayangannya dicuri dua pelaku.

"Setelah parkir, adik saya nyebrang nemuin orang untuk cod helm," ujar Suci, Sabtu (12/9/2020).

Suci menuturkan, adiknya baru mengetahui motornya dicuri saat temannya hendak mengambil ponsel yang tertinggal di jok motor.

"Dari seberang adik saya gak lihat pas pelakunya mau ngambil motor karena kehalang mobil lewat. Tau-tau orangnya udah kabur bawa motor," kata Suci.

Suci menambahkan, Zaky sempat teriak minta tolong.

Namun karena situasi cukup ramai, mungkin tidak ada yang mendengar teriakan korban.

Korban telah melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

"Sudah tadi (Jumat) malam," kata Suci.

Sementara Kapolsek Sukarame Kompol Evinater Sialagan menyatakan belum mengetahui laporan tersebut.

Rekor Baru, Ada Penambahan 44 Kasus Covid-19 di Lampung

Ia mengaku pihaknya bakal melakukan penyelidikan seusai menerima laporan korban.

"Segera kami lakukan penyelidikan," ucapnya. (Tribunlampung.co.id/Muhammad Joviter) 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved