Tribun Bandar Lampung
Penjelasan BMKG Lampung Soal Angin Kencang yang Melanda Bandar Lampung Akhir-akhir Ini
Akhir-akhir ini fenomena angin kencang terjadi di Lampung, khususnya di Kota Bandar Lampung.
Penulis: Muhammad Hardiansyah Kusuma | Editor: Noval Andriansyah
"Saat ini kan kemarau, kecenderungannya panas ketika ada awan-awan berpotensi hujan masuk ke wilayah daratan itulah yang menyebabkan angin yang lumayan kencang dari pada biasanya," jelas Rudy Haryanto.
Sementara untuk potensi angin di setiap harinya, Rudy mengatakan, terjadi di jam-jam tertentu, tergantung jika suhu permukaan bumi dalam keadaan panas, kemudian ada awan yang berpotensi hujan masuk wilayah daratan, maka hal tersebut yang membuat kondisi angin yang lebih kencang dari biasanya.
Akan tetapi, jika hujan terjadi di pagi hari anginnya cenderung biasa saja, karena hujan ditimbulkan oleh awan-awan yang sudah jenuh dan turun di wilayah tersebut.
"Cenderung anginnya ini terjadi tengah hari hingga sore saja," kata Rudy Haryanto.
Sementara itu, Rudy juga menjelaskan, jika pada Agustus 2020 hingga September 2020 diperkirakan sebagai puncak dari musim kemarau.
Akan tetapi, memang karakteristiknya tahun 2020 dilihat dari jumlah hujannya saja, memang lebih sedikit dari bulan-bulan sebelumnya.
"Kita perkirakan di bulan September ini akhir puncak kemarau, kita perkirakan di pertengahan Oktober ada sebagian wilayah di Provinsi Lampung yang sudah memasuki musim penghujan, tapi secara keseluruhan atau merata pada pada akhir Oktober baru dimulai musim hujan," pungkas Rudy Haryanto.
Terpisah, Sekretaris BPBD Kota Bandar Lampung M Rizki mengatakan, di situasi musim kemarau disertai angin kencang saat ini, ia mengimbau agar masyarakat untuk menghemat air.
Karena, untuk saat ini air sudah sedikit sulit.
"Untuk air bersih ini memang ada daerah-daerah yang mengalami kekeringan, segera koordinasi dengan RT setempat, nantinya RT yang akan meminta bantuan ke kami."
"Jadi kalau kekeringan silakan masyarakat mintak bantuan ke BPBD melalui RT," kata M Rizki, Minggu.
Lebih lanjut, M Rizki mengimbau, terkait angin kencang kepada masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan.
Kemudian juga, jangan berteduh di bawah pohon atau berenti di bawah pohon yang sekiranya sudah rapuh, yang dikhawatirkan bisa menimpa masyarakat. (Tribunlampung.co.id/M Hardiansyah Kusuma)