Breaking News:

Tribun Bandar Lampung

Wali Kota Herman HN Tegaskan ASN Tetap Bekerja Normal dengan Protokol Kesehatan Ketat

Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung tetap melakukan work from office (WFO) atau bekerja dari kantor.

Tribunlampung.co.id/V Soma Ferrer
Wali Kota Herman HN Tegaskan ASN Tetap Bekerja Normal dengan Protokol Kesehatan Ketat. 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id V Soma Ferrer

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung tetap melakukan work from office (WFO) atau bekerja dari kantor.

Kepastian tersebut disampaikan Wali Kota Bandar Lampung Herman HN.

Menurut Herman HN, aturan WFO masih sesuai aturan sebelumnya.

Aturan tersebut tertuang dalam Pengumuman Sekretaris Kota Bandar Lampung nomor 800/873/I.09/2020 tentang Pengaturan Jam Kerja Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Dijelaskan dalam pengumuman tersebut, ASN mulai kembali bekerja secara normal sejak 1 Agustus 2020.

"ASN ngga ada (perubahan jam kerja). Pokoknya berjalan biasa saja," tegas Herman HN, Selasa (15/9/2020).

Ditekankannya, seluruh ASN bekerja sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

Sebagai informasi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo kembali mengatur sistem kerja ASN dalam tatanan normal baru.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Menteri PANRB No. 67/2020 tanggal 4 September 2020 tentang Perubahan Atas Surat Edaran Menteri PANRB No. 58/2020 Tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam Tatanan Normal Baru.

Sistem kerja baru ASN tersebut dilakukan untuk mengatur kehadiran jumlah pegawai yang bekerja dari kantor berdasarkan kategori zonasi risiko kabupaten/kota terhadap Covid-19.

Untuk instansi pemerintah yang berada pada zona kabupaten/kota berkategori tidak terdampak/tidak ada kasus, dapat mengatur jumlah pegawai yang melaksanakan tugas kedinasan di kantor (work from office/WFO) paling banyak 100 persen.

Sementara untuk wilayah berkategori risiko rendah, jumlah ASN yang melaksanakan WFO paling banyak 75 persen.

Untuk wilayah berkategori risiko sedang, jumlah ASN yang melakukan WFO paling banyak 50 persen.

Sedangkan untuk yang berisiko tinggi jumlah pegawai yang diperkenankan untuk bekerja dari kantor paling paking maksimal sebanyak 25 persen.(Tribunlampung.co.id/V Soma Ferrer)

Penulis: Vincensius Soma Ferrer
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved