Breaking News:

Tribun Metro

Pemkot Metro Kaji Ulang KBM Tatap Muka Tingkat SD dan SMP

Wali Kota Achmad Pairin mengatakan, dengan kondisi saat ini sangat riskan atau berisiko anak-anak belajar tatap muka.

Tribunlampung.co.id/Indra
Wali Kota Metro Achmad Pairin. Pemkot Metro Kaji Ulang KBM Tatap Muka Tingkat SD dan SMP 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Indra Simanjuntak

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Pemerintah Kota (Pemkot) Metro masih mengkaji pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka tingkat SD dan SMP di wilayah setempat.

Wali Kota Achmad Pairin mengatakan, dengan kondisi saat ini sangat riskan atau berisiko anak-anak belajar tatap muka.

Meski dalam teori usia muda kemungkinan sembuh lebih baik ketimbang usia tua.

Tapi, terus Pairin, tidak menutup kemungkinan jika anak-anak terkena bisa menjadi carrier (pembawa) virus dan menularkan.

Sehingga perlu dilakukan kajian lebih sebelum belajar tatap muka dapat dilaksanakan.

"Intinya kita menghindari semua, tidak pandang muda atau tua. Apalagi guru kita kan darimana-mana. Jangan sampai nanti sumber baru, sementara ini kita tunda dulu. Pastinya nunggu guru-guru rapid test dulu," beber Pairin, Senin (21/9/2020).

DPRD Minta KBM Tatap Muka Ditunda Jika Metro Masuk Zona Orange

Sekkab Positif Covid-19, Pemkab Pesisir Barat Akan Rapid Test Massal Seluruh Jajaran

Sementara Komisi II DPRD Kota Metro sebelumnya meminta rencana kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka ditunda jika Bumi Sai Wawai masuk dalam kategori zona orange.

"Kalau beberapa hari ke depan kasus semakin bertambah dan Metro masuk zona orange, ya kita minta stop, enggak ada nilai tawar. Lebih baik kita tunda dulu sampai aman," beber Ketua Komisi II Fahmi Anwar.

Ia menjelaskan, dengan situasi saat ini memang menjadi dilema.

Karena dari pemerintah pusat mengizinkan untuk belajar tatap muka dengan syarat-syarat yang ketat dan sesuai protokol kesehatan.

Namun, di sisi lain bagi wali murid yang tidak sepakat anaknya masuk sekolah tatap muka karena khawatir, juga diperbolehkan.

"Sekarang tinggal bagaimana pemerintah lebih berhati-hati menyikapi situasi dan perkembangan Covid-19," bebernya.

Karena itu, pihaknya mendorong Dinas Pendidikan dan Gugus Tugas terus mengkaji rencana kebijakan yang disesuaikan dengan situasi terkini.

Sehingga betul-betul siap dengan segala kemungkinan yang terjadi. (Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved