Pengukuhan 5 Pjs Bupati di Lampung
Pjs Bupati Lampung Timur dan Lampung Tengah Jawab Kompak Siap Laksanakan Instruksi Gubernur
Dua Pjs bupati yang diwawancara berbarengan, menjawab kompak akan menjalankan instruksi Gubernur Lampung tentang netralitas ASN.
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Kiki Adipratama
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dua Pjs bupati yang diwawancara berbarengan, menjawab kompak akan menjalankan instruksi Gubernur Lampung tentang netralitas ASN.
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengukuhkan 5 Pjs bupati untuk 5 daerah di Lampung itu di Balai Keratun Lantai 3, kompleks Kantor Gubernur Lampung, Sabtu (26/9/2020), mulai pukul 14.00 WIB.
Kedua Pjs bupati tersebut yakni Fredy sebagai Pjs bupati Lampung Timur dan Adi Erlansyah sebagai Pjs bupati Lampung Tengah.
"Netralitas ASN harus dijalankan," singkat Fredy, Sabtu.
"Ini ada tugas kewenangan yang harus dilaksanakan terutama mensukseskan pilkada, menjaga netralitas ASN serta tugas-tugas lainnya," imbuh Adi Erlansyah.
• BREAKING NEWS Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Kukuhkan 5 Pjs Bupati untuk 5 Daerah
• SMAN 10 Bandar Lampung Juarai Lomba Perpustakaan Sekolah Tingkat SMA se-Lampung, Miliki 70.800 Buku
2 Pesan Gubernur
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi berharap, kelima Pjs bupati dan 1 Plt bupati dapat menyukseskan Pilkada Serentak 2020 dan mengendalikan Covid-19.
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengukuhkan 5 Pjs bupati untuk 5 daerah di Lampung itu di Balai Keratun Lantai 3, kompleks Kantor Gubernur Lampung, Sabtu (26/9/2020), mulai pukul 14.00 WIB.
"Ya saya baru saja mengukuhkan Pjs bupati dan Plt bupati, ada enam orang. Dua hal yang sangat penting, sukses pilkada dan kendalikan Covid-19 di kabupaten," tegas Arinal Djunaidi.
Menurut Arinal, hal itu mungkin saja sulit dilakukan oleh masing-masing kepala daerah.
Namun demikian, kata dia, dengan kecerdasan dan sinergi masing-masing kepala daerah, dua hal tersebut bukan berarti tidak mungkin.
"Ini berat, karena orientasinya pilkada tetap mengundang kerumunan orang banyak."
"Tapi di sini kecerdasan bisa melaksanakan tugas itu."
"Karena kita dalam kondisi darurat kesehatan," kata Arinal Djunaidi.