Berita Nasional

Mahasiswi dan Kakek Selingkuh 1 Tahun, Terjaring Razia Satpol PP di Kamar Hotel

Mahasiswi terjaring razia berduaan dengan seorang kakek di sebuah hotel di Serpong, Tangerang Selatan.

Dok Pribadi
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan menggelar razia pada tiga hotel berbeda di Kawasan Serpong, Tangerang Selatan pada Jumat (25/9/2020). Mahasiswi dan Kakek Selingkuh 1 Tahun, Terjaring Razia Satpol PP di Kamar Hotel 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID -- Mahasiswi terjaring razia berduaan dengan seorang kakek di sebuah hotel di Serpong, Tangerang Selatan.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Tangerang Selatan Muksin Al Fachry mengatakan Kakek dan mahasiswi tersebut mengakui kerap berhubungan badan.

Kakek tersebut juga sudah memiliki seorang istri dan telah menjalin hubungan selingkuh dengan mahasiswi selama satu tahun.

Mahasiswi yang bersama kakek tersebut ternyata adalah tetangganya.

Kakek dan mahasiswi itu terjaring razia Satpol PP Tangerang Selatan pada Jumat (25/9/2020).

Malahan menurut Muksin dari pengakuannya, Kakek berinisial SA ini sudah satu tahun menjalin hubungan dengan mahasiswi, SE (22).

Pasangan Digerebek Polisi di Hotel: Ini Tante Saya Pak, Saya Keponakan

Viral Suami di Bogor Pilih Ceraikan Istri ketimbang Beri Uang Rp 1 Juta untuk Keluarga

"Dia sudah melakukan hubungan tersebut selama satu tahun, tapi keluarganya tidak tahu," kata Muksin dikutip TribunnewsBogor.com dari Tribunnews.com.

Menurut Mukisin SA dan DE juga ternyata tetanggaan.

SA mengaku ia kerap membiayai kuliah DE di perguruan tinggi ternama di Jakarta.

Selain itu SA juga rutin memberi uang saku untuk DE.

"Mungkin karena bapak itu baik jadi DE suka, suka beri uang saku dan uang kuliah," kata Muksin.

Menurut Muksin, mahasiswi DE juga bersedia bila dinikahi oleh SA.

"Jadi kita tanya kamu begini terus lebih baik nikah. Dia jawab 'iya saya bersedia', lalu saya bilang 'tapi dia sudah Kakek-Kakek' lho. 'Enggak apa-apa pak dia baik'," ujar Muksin.

SA dan DE bertetangga sejak kecil.

Diketahui ayah DE sudah meninggal dunia.

"Katanya bapak itu baik dari zaman saya kecil dan si bocah itu suka. Jadi sudah suka sama suka. Seminggu bisa dua kali (berhubungan badan)," katanya.

Kakek SA juga mengaku siap menikahi mahasiwi DE.

tribunnews
Aparat Satpol PP Tangerang Selatan (Tangsel) bersama petugas kepolisian menggelar operasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tiga hotel di bilangan Serpong, pada Jumat malam (26/9/2020). (Dok Satpol PP Tangsel ()

Akhirnya Satpol PP Tangerang Selatan lalu memanggil orang tua mahasiswi DE.

"Kakeknya kita tanya, 'pak mau Nikahi dia', dia jawab mau. Ya sudah kita panggil kedua orangtua DE lalu kita ajak ngobrol biar nanti mereka selesaikan di rumah," ujar Muksin.

"Kita panggil ibu perempuan itu. Memang bapaknya sudah tidak ada (meninggal). Akhirnya mereka selesaikan di rumah," kata dia. 

Dari hasil razia ada 17 pasangan di luar nikah yang terjaring di hotel.

Ada sejumlah kejadian saat razia Satpol PP Tangerang Selatan.

Malahan ada pasangan yang sembunyi dengan melompat dari kamar hotel ke ruangan lain.

Aksi pasangan itu diketahui dan berhasil digagalkan Satpol PP.

Satpol PP Tangerang Selatan juga menemukan sejumlah alat kontrasepsi di kamar hotel.

Dari 17 pasangan yang terjaring razia, Satpol PP Tangerang Selatan mengamankan seorang Kakek yang kepergok bersama mahasiswi berusia 22 tahun.

Pasangan Digerebek Polisi di Hotel: Ini Tante Saya Pak, Saya Keponakan

Pasangan bukan suami istri digerebek sedang ngamar di sebuah hotel di Palembang, Sumatera Selatan.

Pasangan tersebut adalah seorang pemuda berusia 21 tahun, dan sang wanita berusia 28 tahun.

Kepada polisi, pemuda yang digerebek mengaku sebagai kopanakan, yang sedang menginap dengan tantenya.

"Ini tante saya, Pak. Saya keponakan," kata pemuda tersebut. 

Ada-ada saja alasan atau dalih pasangan bukan suami-istri yang terjaring razia oleh petugas Unit Tindak Pidana Ringan (Tipiring) Sat Sabhara Polrestabes Palembang pada Minggu (27/9/2020) malam.

Berupaya mengelabui petugas, sepasang laki-laki dan perempuan yang sedang berduaan di dalam kamar sebuah penginapan di Ilir Barat (IB) I ini, mengaku punya hubungan keponakan dan tante.

 Digerebek Polisi, Pengunjung Tempat Hiburan di Tulangbawang Lari Masuk Hutan

 Istri Gerebek Suami di Hotel, Dibuntuti Sejak Turun dari Pesawat

"Ini tante saya, Pak. Saya keponakan," kata laki-laki tersebut.

"Mari ikut kami dulu ke kantor untuk didata. Kalau memang keponakan dan tante, nanti silakan pulang," kata seorang petugas Tipiring kepada pasangan tersebut.

Karena tak mampu menunjukkan identitas dan bukti hubungan keluarga, pasangan ini pun dibawa ke Mapolrestabes Palembang.

Diketahui, laki-laki yang mengaku keponakan merupakan DD (21 tahun) warga Tanjung Raja, Ogan Ilir.

Sementara teman perempuannya berinisial AI (28 tahun) warga Kertapati, Palembang.

Selain DD dan AI, pada giat operasi penyakit masyarakat (pekat) di sejumlah kosan maupun penginapan di Palembang, petugas mengamankan empat pasangan tak resmi lainnya.

"Ada lima pasangan tak resmi yang terjaring giat cipta kondisi malam ini. Kami amankan dari tiga penginapan di tiga lokasi berbeda, yakni di Demang Lebar Daun, Ilir Barat (IB) I dan Ilir Barat (IB) II," kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji melalui Kasat Sabhara, AKBP Sonny Triyanto, Senin (28/9/2020).

Selanjutnya kelima pasangan ini didata dan dibina agar tak mengulangi perbuatan mereka.

"Kami panggil orang tua mereka. Buat surat perjanjian untuk tidak keluyuran malam-malam, apalagi berduaan di dalam kamar tanpa ada ikatan resmi," terang Sonny.

Sonny menerangkan, giat cipta kondisi ini guna mengantisipasi kejahatan seperti peredaran narkoba, minuman keras dan menciptakan situasi tertib serta kondusif di masyarakat.

Unit Tipiring bersama Tim Hunter akan terus melaksanakan giat ini secara rutin untuk mencegah berbagai potensi tindak kejahatan, termasuk tindak pidana ringan.

"Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu membawa identitas KTP kemanapun pergi. Kemudian jangan lupa protokol kesehatan harus dipatuhi di masa pandemi ini guna mencegah penyebaran virus Corona," kata Sonny.

Artikel ini telah tayang di https://bogor.tribunnews.com/2020/09/28/cerita-kakek-yang-kepergok-bareng-mahasiswi-di-hotel-serpong-kenal-sejak-kecil-hingga-biayai-kuliah?page=all

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved