Banjir di Tanggamus
Jalinbar Tanggamus Tak Bisa Dilewati Akibat Banjir di Semaka
Jalan lintas barat ruas Pekon Way Kerap, Sedayu, Kecamatan Semaka tertutup dan tidak bisa dilewati kendaraan.
Penulis: Tri Yulianto | Editor: wakos reza gautama
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Banjir kembali melanda beberapa pekon di Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, pada Selasa (30/9/2020) malam.
Menurut Rohidin, warga Pekon Way Kerap, Kec. Semaka, banjir akibat hujan deras sejak sore hari.
Kemudian sekitar pukul 18.00 WIB barulah banjir datang.
"Hujannya sore hari, terus baru banjir waktu Magrib sampai malam ini," kata Rohidin.
Ia menambahkan, lokasi banjir terjadi di Pekon Way Kerap, Sedayu, Sukaraja, Bangun Rejo.
Untuk kondisi Sukaraja, Bangun Rejo belum diketahui kondisi banjirnya sebab akses ke sana tertutup.
• Jalinbar Tanggamus Terputus Akibat Banjir
• BREAKING NEWS Banjir Landa 4 Pekon di Kecamatan Semaka Tanggamus
Dalam peristiwa banjir ini selain air yang menggenangi, material lumpur dan bebatuan juga hanyut.
"Kalau warga Way Kerap ada beberapa yang mengungsi, sebagian masih ada di rumahnya masing-masing," kata Rohidin.

Di lokasi ini banjir terakhir terjadi pada 5 Agustus 2020 lalu, dan kini banjir lagi dengan dampak nyaris serupa.
Sedangkan untuk data pasti tentang jumlah rumah terendam dan lainnya belum diketahui karena kondisi malam dan gelap.
Kendaraan tak Bisa Melintas
Jalan lintas barat ruas Pekon Way Kerap, Sedayu, Kecamatan Semaka tertutup dan tidak bisa dilewati kendaraan.
Tertutupnya jalan karena material banjir berupa air, lumpur dan bebatuan menutupi jalan. Ditambah beberapa pohon tumbang dan roboh ke jalan.
Untuk kendaraan dari arah Kota Agung menuju Pesisir Barat sementara ini ditampung di Masjid Imaduddin, Semaka. Sebab lewati titik ini kendaraan sudah tidak bisa melintas.
Sedangkan dari arah Kabupaten Pesisir Barat, kendaraan ditahan di jalinbar ruas Pekon Sedayu. Sebab lewat dari titik itu jalan sudah tertutupi material banjir.
"Semua kendaraan tidak bisa lewat, mungkin cuma sepeda motor, itu saja harus hati-hati karena licin," kata Rizki, warga Pekon Way Kerap.
Untuk saat ini belum bisa dipastikan kapan jalan bisa terbuka lagi karena perlu alat berat untuk menyingkirkan material yang terbawa banjir.
Sekkab Tanggamus Tinjau Lokasi Banjir
Sekretaris Kabupaten Tanggamus Hamid Heriansyah Lubis langsung meninjau lokasi banjir di Kecamatan Semaka dan menyerahkan bantuan bahan pokok.
Menurut Lubis, sampai saat ini belum diketahui pasti seberapa parah dampak banjir, untuk gambaran pastinya banjir sudah genangi rumah warga dan material banjir tutup jalinbar.
"Kami belum mendapat data pasti berapa rumah yang terendam banjir dan rumah yang rusak. Dan yang jelas jalan lintas sekarang tidak bisa dilewati," kata Lubis.
Selanjutnya untuk bantuan bahan pokok, sementara ini diserahkan 130 paket, di dalamnya ada beras 5 kg per paket. Harapannya bantuan sementara ini dimanfaatkan dahulu.
Ia mengakui bencana banjir kembali terjadi di tempat yang sama dengan lokasi banjir pada awal Agustus lalu. Dan selanjutnya akan ditangani secepatnya.
Turunkan Alat Berat
Alat berat secepatnya dikirimkan membuka akses jalan lintas barat (jalinbar) ruas Kecamatan Semaka yang tertutup material banjir.
Hal itu dijelaskan Sekkab Tanggamus Hamid Heriansyah Lubis yang meninjau langsung lokasi bencana di beberapa pekon di Kec. Semaka.
"Sepeti kita ketahui bersama saat ini jalan lintas tidak bisa dilewati, secepatnya alat berat dikirimkan ke sini untuk membuka akses jalan," kata Lubis didampingi Dandim 0424 Tanggamus Letkol Info Arman Aris Sallo.
Selanjutnya akan dihitung berapa kebutuhan alat berat yang diperlukan.
Sebab kebutuhannya untuk membuka akses jalinbar dan menutup tanggul beberapa sungai.
Ia berharap dengan diketahui kebutuhan alat berat maka secepatnya alat berat bekerja untuk menangani dampak banjir.
Kemudian menurut Galih, jalinbar tertutup longsor secara total di ruas Pekon Sedayu, sebanyak dua titik.
Ketinggian material sekitar satu meter berupa tanah, lumpur dan bebatuan.
Listrik Padam
Lokasi banjir di Kecamatan Semaka saat ini terjadi pemadaman listrik dan hujan masih turun.
Pemadaman listrik karena petugas PLN sedang memperbaiki jalinan listrik yang rusak.
Meski lokasi pasti kerusakan tersebut ada dimana, namun pastinya seluruh lokasi banjir dipadamkan.
Saat awal banjir sampai pukul 22.00 WIB, Selasa (30/9/2020) listrik masih menyala.
Namun setelahnya listrik dipadamkan total.
Kondisi itu diperparah dengan hujan yang masih turun setelah berhenti sekitar satu jam.
Saat ini masyarakat di lokasi banjir masih waspada, berjaga-jaga jika ada banjir susulan.
Banjir di lokasi ini akibat air dari perbukitan turun.
Lantaran intensitas hujan lebat, air tidak seluruhnya tertampung di beberapa aliran sungai, seperti Way Dakok, Way Seluang dan beberapa aliran sungai kecil lainnya.
Kondisi ini sama terjadi pada banjir awal Agustus lalu.
Akibat air mengalir tidak tentu arah dan membawa material tanah, lumpur dan bebatuan.
(Tribunlampung.co.id/Tri Yulianto)