Tribun Lampung Utara

Harga Cabai Merah di Pasar Tradisional Lampung Utara Naik Rp 6 Ribu per Kg

Harga cabai merah besar naik dari Rp 24 ribu per kilogram menjadi Rp 30 ribu per kilogram.

Penulis: anung bayuardi | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Anung
Kadis perdagangan Hendri (kemeja biru) meninjau harga sembako di pasar Sentral Kotabumi. Harga Cabai Merah di Pasar Tradisional Lampung Utara Naik Rp 6 Ribu per Kg 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG UTARA - Sejumlah harga bumbu dapur dan sembako alami kenaikan di pasar tradisional kabupaten Lampung Utara.

Harga cabai merah besar naik dari Rp 24 ribu per kilogram menjadi Rp 30 ribu.

Kemudian, telur ayam ras harganya semula Rp 22 ribu perkilogram menjadi Rp 24 ribu perkilogram.

Sutina, salah satu pedagang pasar Central Kotabumi mengaku kenaikan kedua barang dagangan tersebut sejak sepekan terakhir.

“Iya yang naik harganya telur dan cabai merah besar,” katanya, Minggu 4 Oktober 2020.

Harga Cabai hingga Bawang Turun Akibat Corona, Pedagang: Tapi yang Beli Sedikit

Angka Kesembuhan Covid-19 di Lampung 73 Persen, Reihana: Jangan Lupa Bahagia

Sopir Diduga Mengantuk, Sedan Camry Hantam Beton Pembatas Flyover Sultan Agung

Kenaikan sekitar Rp 6 ribu untuk cabai merah, dan Rp 2 ribu untuk harga telur ayam ras.

Ia menyebut harga telur ayam sebelum kenaikan Rp 21.500, sedangkan harga cabai merah Rp 25 ribu.

Untuk stok dirinya menyebut tidak banyak yang dijual, sebab kedua barang tersebut cepat busuk.

Agus pedagang lainnya juga mengakui telur dan cabai merah besar mengalami kenaikan harga. Harga

“Kalau di tempat saya, telur naik Rp 2.500 perkilogram, dan cabai merah Rp 7.000 perkilogram,” jelasnya.

Sementara kepala dinas perdagangan, Hendri membenarkan jika adanya lonjakan harga di kedua jenis barang dagangan tersebut.

“Saya tinjau di beberapa pasar tradisional. Cabai memang naik kisaran Rp 5.000 hingga Rp 6.000, telur naik kisaran Rp 1.500 hingga Rp 2.500 perkilogram,” jelasnya.

Untuk stok sendiri, Hendri menyebut tidak ada kelangkaan sembako di pasar.

Semuanya cukup banyak, hanya saja pembeli yang berkurang sesuai dengan keadaan perekonomian saat ini yang sedang sulit.

Selain itu, Dirinya berharap kepada pedagang ataupun pembeli tetap mematuhi protokol kesehatan, guna mencegah penyebaran virus Corona yang saat ini terjadi di seluruh dunia.

“Tetap patuhi protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak jangan berkerumun,” harap Dia. (Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved