Penanganan Covid
Tak Terpengaruh Pandemi, Usaha Keripik Singkong Juanto Warga Gunung Agung Tetap 'Pedas'
Usaha milik Juanto bak cabe rawit, kecil tapi tetap pedas. Mampu bertahan di masa krisis.
Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Endra Zulkarnain
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG BARAT - Wabah Covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia tak dipungkiri membuat dunia usaha melesu.
Pasalnya, segala gerak dibatasi sehingga para pengusaha kesulitan menjajakan produknya.
Namun, tidak demikian dengan Juanto, pengusaha keripik singkong asal Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).
Ketekunan dan keuletan yang dimiliki oleh Juanto layak diacungi jempol.
Di saat banyak warga mengalami kesulitan di masa pandemi Covid-19, warga Tiyuh Tunas Jaya, Kecamatan Gunung Agung, Tulangbawang Baratini, tetap dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah dari usaha rumahan keripik singkong.
• Pemkab Tulangbawang Barat Izinkan Masyarakat Gelar Pesta Hajatan dengan Syarat Tertentu
• Angka Kesembuhan Covid-19 di Lampung 73 Persen, Reihana: Jangan Lupa Bahagia
• Sopir Diduga Mengantuk, Sedan Camry Hantam Beton Pembatas Flyover Sultan Agung
Usaha milik Juanto bak cabe rawit, kecil tapi tetap pedas.
Mampu bertahan di masa krisis.
Pria berusia 40 tahun ini mengolah singkong menjadi keripik beraneka rasa, di antaranya balado, pedas, dan manis.
Produk miliknya diberi label merek Keripik Singkong Putra Putri.
Juanto menceritakan bahwa dirinya memulai usaha sudah sejak lima tahun yang lalu.
Dia mengisahkan, awalnya sebelum menjadi usaha, pembuatan keripik singkong ini hanya untuk camilan sendiri.
Namun, seiring berjalannya waktu, banyak masyarakat yang mencicipi.
Dari obrolan warga ke warga, mereka kemudian tahu dan mencicipi keripik singkong buatan Juanto.
Warga yang tahu itu kemudian memesan cemilan keripik singkong buatan Juanto untuk acara-acara hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri maupun Natal.
"Banyak juga warga yang membeli sekedar untuk cemilan, itu di awal-awal masyarakat mengenal keripik singkong buatan saya," kata Juanto, Jumat (02/10/2020) pekan lalu.
Ketekunan dan kerja keras Juanto terlebih di masa sulit pandemi Covid 19, usaha rumahan keripik singkong buatannya makin hari makin dikenal luas masyarakat.
Juanto pun terus kebanjiran order.
Kendati, skalanya masih lokalan Tubaba.
Banyaknya orderan yang datang setiap hari, Juanto pun menutup untuk memproduksi keripik singkong dengan skala besar.
"Karena mulai banyak menerima pesanan, kemudian saya putuskan produksi skala besar. Alhamdulillah, hasilnya dapat menambah pendapatan keluarga, dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari," tutur Juanto.
Kali ini, produksi rumahan keripik singkong Juanto mulai merambah warung dan kios di luar desanya.
"Bukan hanya dijual kepada warga sekitar, tetapi mulai banyak melayani pedagang pasar dan juga warung-warung di seputaran kecamatan," ungkapnya.
Dari waktu ke waktu, secara perlahan usaha yang ditekuni Juanto terus berkembang.
Bahkan mampu bertahan di saat situasi lesu akibat dampak pandemi corona seperti saat ini.
Malah, usaha milik Juanto juga berdampak positif bagi beberapa warga, karena Juanto melibatkan tetangga untuk membantu mengkupas dan membersihkan singkong.
Juanto mendapatkan bahan baku untuk usahanya dari lingkungan sekitar.
“Bahan baku singkong saya peroleh dari kebun saya sendiri, dan juga membeli dari warga-warga skitar yang memiliki tanaman singkong makan,” jelasnya.
Dalam satu bulan Juanto membutuhkan sekitar 1 ton singkong untuk diolah menjadi keripik.
Juanto tetap dapat tersenyum di masa-masa sulit seperti saat ini.
Dirinya pun tak lupa tetap bersyukur kepada Sang Maha Pencipta.
Dia mengaku dari usahanya dapat mencukupi kebetuhan keluarga, dan juga untuk membiayai anaknya yang sedang menempuh pendidikan di SMK. (Tribunlampung.co.id/endra zulkarnain)
Catatan Redaksi:
Bersama lawan virus corona. Tribunlampung.co.id mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (memakai masker, rajin mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak).