Tribun Bandar Lampung
Pandemi Covid-19 di Bandar Lampung, Pesanan Papan Bunga di Anugrah Florist Turun hingga 85 Persen
Owner Anugrah Florist, Aditya Anugrah Bastari mengungkapkan, terjadi penurunan pemesanan papan bunga di tempatnya sejak Maret 2020.
Penulis: Muhammad Hardiansyah Kusuma | Editor: Noval Andriansyah
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id M Hardiansyah Kusuma
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Bisnis papan bunga merupakan salah satu usaha yang cukup menjanjikan.
Namun, di masa pandemi Covid-19 ini, seakan 'menerjunkan' pendapatan para pelaku usaha ini.
Owner Anugrah Florist, Aditya Anugrah Bastari mengungkapkan, terjadi penurunan pemesanan papan bunga di tempatnya sejak Maret 2020.
Bahkan, kata Aditya, penurunan tersebut hingga mencapai 85 persen.
"Bulan Juli 2020 saat sudah mulai new normal sudah mulai bangkit kembali, pesanan-pesanan sudah mulai masuk tapi sampai saat ini pun bangkitnya masih di angka 60 persen sampai 70 persen," kata Aditya Anugrah Bastari, yang memiliki outlet di Jalan Urip Sumoharjo, Bandar Lampung, Minggu (11/10/2020).
• Pegawai BRI KC Tanjungkarang Diduga Terpapar Covid-19, Wali Kota Herman HN: Ada yang Kena
• Sesalkan Pengesahan UU Cipta Kerja, AJI Bandar Lampung ‘Kirim’ Papan Bunga
"Karena, biasanya pemasukan pasti kami setiap bulan sebelum ada pandemi Covid-19, Anugrah Florist itu di angka 200 hingga 300 papan bunga per bulan, pemasukan bersihnya sekitar Rp 9 juta hingga Rp 12 juta," imbuh Aditya Anugrah Bastari.
Namun, lanjut Aditya, sejak Maret 2020 hingga Juli 2020, pemesanan papan bunga di tempatnya hanya berkisar 30 sampai 40 papan bunga per bulan.
"Pemasukan dari jumlah rupiahnya itu menyentuh di angka Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta, itu sudah alhamdulillah."
"Kalau sekarang ini setelah new normal, di angka Rp 6 juta sampai Rp 7 juta dan untuk jumlah (pemesanan) papan bunga masih bermain di angka 100 sampai dengan 150 per bulan," sambung Aditya Anugrah Bastari.
Meski sudah mulai bangkit, Aditya mengaku, belum kembali pulih seperti sebelum terjadi pandemi Covid-19.
Karena, kata Aditya, di beberapa even, seperti wisuda, walaupun berlangsung secara virtual, tetap ada pemesanan.
Ia mengatakan, pendapatan pada saat masa Covid-19 ini lebih banyak diharapkan pesanan dari papan duka cita.
Berbeda dengan sebelum adanya pandemi Covid-19 yang dapat dari semua sektor.
Sementara untuk harga papan bunga, sesuai dengan aturan asosiasi yang diikuti yaitu Asosiasi Sanggar Bunga Lampung (ASBL), untuk papan single Rp 200.000 dan papan double Rp 300.000 hingga Rp 350.000.
Namun dengan keadaan persaingan yang ketat dan banyaknya penjual di luar asosiasi tersebut, harga mengalami penurunan dibanding di daerah seperti kabupaten.
(Tribunlampung.co.id/M Hardiansyah Kusuma)