Tribun Metro

Pelaku UMKM di Kota Metro Putar Otak Agar Omset Tak Turun Drastis

Mewabahnya Covid-19 ke seluruh penjuru dunia memberi dampak besar pada sektor usaha, tak terkecuali pelaku UMKM di Kota Metro.

Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak
Pelaku UMKM di Kota Metro, Hermawan, menyusun dan mengecek barang-barang jualannya, saat ditemui Kamis (15/10/2020). Pelaku UMKM di Kota Metro Putar Otak Agar Omset Tak Turun Drastis. (Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak) 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Indra Simanjuntak

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Mewabahnya Covid-19 ke seluruh penjuru dunia memberi dampak besar pada sektor usaha, tak terkecuali pelaku UMKM di Kota Metro.

Seperti yang dirasakan Hermawan, pemilik Toko Aisyah.

Di mana omset bisnis yang telah dikelolanya hampir tiga tahun menurun drastis akibat pandemi.

Namun demikian, hal tersebut tak lantas membuat dirinya berhenti berinovasi.

Berawal dari jualan bus ke bus di Kota Bekasi tahun 2010 silam, pria 32 tahun ini akhirnya menemukan keberanian untuk membuka usaha sendiri setelah menemukan jaringan dan mendapat banyak pengalaman di jalanan.

Baca juga: Syarat Bagi Pelaku UMKM di Bandar Lampung untuk Daftar Banpres Produktif Rp 2,4 Juta

Baca juga: Wali Kota Achmad Pairin Pastikan 3 Ruas Jalan di Kota Metro Segera Mulus Tahun Ini

"Memang dampak Covid-19 ini sangat terasa, apalagi usaha kecil seperti kita ini."

"Tiga bulan pertama wabah, jualan hancur, itu (omset) berkurang 40 sampai 60 persen."

"Tapi untungnya saya sudah punya pengalaman jatuh bangun. Jadi enggak begitu kaget lagi," tutur Hermawan, Kamis (15/10/2020).

Bapak dua anak itu menceritakan, sejak 10 tahun lalu dirinya berjualan aksesoris perempuan.

Seiring waktu berjalan, ia memutuskan kembali ke Lampung dan membuka toko di Kota Gajah, Lampung Tengah.

Namun rencana tak berjalan mulus, hingga akhirnya kembali ke Bekasi.

"Saya kembali ke sana itu nimba ilmu lagi. Sekitar tahun 2012. Ya gagal, rugi. Terus saya buka konter kecil sambil pelajari kesalahan saya dan cari jaringan lagi di Bekasi."

"Karena lumayan berhasil, tahun 2015 pulang ke Metro. Itu jualan keliling, awalnya aksesoris sama mainan anak saja," kenang Hermawan.

Karena mendapat kepercayaan dari jaringan distributor, akhirnya Hermawan memberanikan mengurus izin usaha untuk buka toko di rumahnya Jalan Kunang, Kauman, dengan modal Rp 50 Juta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved