Tribun Metro

Pelaku UMKM di Kota Metro Putar Otak Agar Omset Tak Turun Drastis

Mewabahnya Covid-19 ke seluruh penjuru dunia memberi dampak besar pada sektor usaha, tak terkecuali pelaku UMKM di Kota Metro.

Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak
Pelaku UMKM di Kota Metro, Hermawan, menyusun dan mengecek barang-barang jualannya, saat ditemui Kamis (15/10/2020). Pelaku UMKM di Kota Metro Putar Otak Agar Omset Tak Turun Drastis. (Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak) 

Tak hanya menjual aksesoris dan mainan, ia pun melebarkan sayap usaha dengan menjual perlengkapan sekolah anak.

"Saya punya tiga karyawan. Dari jalanin sendiri, sampai bisa punya orang. Ya majulah. Tapi karena corona ini omzet turun, karyawan kurang satu. Mau enggak mau."

"Musibah begini kita dipaksa putar otak. Untung itu kita pangkas, dari 20-40 jadi 10-20 persen saja," imbuh Hermawan.

Namun, berkat pengalaman dan banyaknya jaringan, Hermawan tak putus asa dan mencoba barang lain untuk dijual saat pandemi.

"Karena masker kemarin ramai, saya jualan juga. Corona ini memang menuntut kita mengubah strategi. Memang semua barang saya dari Jakarta," terang Hermawan.

Menurutnya, pelaku UMKM di Lampung yang bergerak pada bidang mainan, aksesoris, hingga perlengkapan anak, rata-rata mengambil barang dari Pulau Jawa.

Karena di Lampung belum ada pabrik khusus mainan. Sementara untuk aksesoris, harga dari Jakarta jauh lebih murah.

"Cita-cita ke depan, maunya sih bikin pabrik atau minimal buat supermarket khusus yang saya jual ini. Minimal lebih besar dari yang sekarang lah."

"Peluang sebenarnya. Karena di Metro belum ada. Untuk mainan tradisional ada, tapi enggak banyak juga. Misal layangan," ungkap Hermawan.

Ia menilai, di Lampung banyak peluang usaha dan cukup terbuka, tapi belum banyak digeluti.

Terutama pada anak-anak muda atau usia produktif yang lebih cenderung memilih bekerja sebagai pegawai.

"Yang mimpi punya usaha banyak, tapi problemnya itu tidak punya keberanian untuk mulai. Memang enggak ada yang mudah, tapi modal utama usaha itu ya mulai aja dulu."

"Karena situasi nanti akan menambah pengalaman dan menciptakan kreativitas sendiri," tandas Hermawan.

(Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved