Tribun Lampung Selatan

Dunia Perkoperasian Lesu, Masih Ada Pendirian Koperasi Baru di Lampung Selatan

Menurut dirinya setidaknya dalam dua tahun terakhir, ada 10 lembaga koperasi baru berdiri di Kabupaten Lampung Selatan.

Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi Pribadi
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lampung Selatan, I Ketut Sukerta. Dunia Perkoperasian Lesu, Masih Ada Pendirian Koperasi Baru di Lampung Selatan 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN – Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lampung Selatan, I Ketut Sukerta mengatakan, pendirian lembaga koperasi baru masih ada.

Meski kondisi perkoperasian secara umum saat ini lesu.

Menurut dirinya setidaknya dalam dua tahun terakhir, ada 10 lembaga koperasi baru berdiri di Kabupaten Lampung Selatan.

Lembaga koperasi baru ini, bergerak di bidang nelayan dan peternakan.

“Meski saat ini untuk dunia perkoperasinya relatif kurang bergairah. Tetapi masih ada pengajuan pendirian lembaga koperasi baru,” kata dia, Selasa (20/10/2020).

Baca juga: 3.200 Pelaku UKM di Lampung Selatan Diusulkan untuk Terima Bantuan dari Kementerian Koperasi

Baca juga: Gempa di Barat Daya Lampung Selatan Tidak Berpengaruh pada Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Ketut mengatakan, dari data Dinas Koperasi dan UKM Lampung Selatan saat ini ada sekira 460 lembaga koperasi.

Untuk yang aktif, masih melakukan RAT (rapat anggota tahunan) ada sekira 260 koperasi.

Dirinya menegaskan, RAT menjadi salah satu indikator lembaga koperasi masih aktif atau tidak.

Untuk RAT ini, lanjutnya, akan masuk dalam online data sistem (ODS) kelembagaan koperasi.

“RAT ini akan masuk dalam ODS. Kalau dalam 2 tahun terakhir, lembaga koperasi tidak menggelar RAT, maka akan dikatagorikan tidak aktif,” ujar Ketut.

Menurut dirinya, ada beberapa persoalan/kendala pada kelembagaan koperasi saat ini.

Selain permodalan, manajemen dan sumberdaya manusia juga menjadi kendala dalam kelembagaan koperasi.

“Ada koperasi yang awalnya dipegang oleh orang yang memahami manajemen. Tetapi kemudian beralih, pengurus berikutnya kurang menguasai. Kegiatannya menjadi menurun,” kata Ketut.

Kondisi ini, lanjutnya, juga menjadi perhatian Dinas Koperasi dan UKM.

Karenanya, program pembinaan terus dilakukan oleh Dinas bagi kelembagaan koperasi yang ada di Lampung Selatan. (Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved