Surat Alquran
Bacaan Alquran Surat Al Muthaffifin dalam Bahasa Arab, Latin dan Artinya
Surat Al Muthaffifin adalah surat terakhir yang turun di Mekkah sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah
Penulis: Wakos Reza Gautama | Editor: wakos reza gautama
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Berikut ini bacaan Alquran Surat Al Muthaffifin dalam bahasa Arab, Latin dan artinya.
Surat Al Muthaffifin adalah surat ke-83 Alquran.
Surat Al Muthaffifin adalah surat terakhir yang turun di Mekkah sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.
Surat Al Muthaffifin berbicara mengenai orang-orang yang curang dalam timbangan.
Inilah bacaan Surat Al Muthaffifin dalam bahasa Arab, Latin dan artinya.
1. وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِيْنَ
wailul lilmuthoffifiin
Artinya: Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)!
2. الَّذِيْنَ إِذَا اكْتَالُوا۟ عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُوْنَ
alladziina idzak taaluu ‘alannasi yastaufuun
Artinya: (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dicukupkan
3. وَإِذَا كَالُوْهُمْ أَو وَّزَنُوْهُمْ يُخْسِرُوْنَ
wa-idzaa kaaluuhum awwazanuuhum yukhsiruun
Artinya: dan apabila mereka menakar atau menimbang (untuk orang lain), mereka mengurangi.
4. أَلَا يَظُنُّ أُولٰٓئِكَ أَنَّهُمْ مَّبْعُوْثُوْنَ
alaa yadzunnu ulaa-ika annahum mab’uutsuun
Artinya: Tidakkah mereka itu mengira bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan
5. لِيَوْمٍ عَظِيْمٍ
liyaumin ‘adziim
Artinya: pada sebuah hari yang besar
6. يَوْمَ يَقُوْمُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
yauma yaquumun naasu lirobbil ‘aalamiin
Artinya: (yaitu) pada hari (ketika) semua orang bangkit menghadap Tuhan seluruh alam.
7. كَلَّآ إِنَّ كِتٰبَ الْفُجَّارِ لَفِى سِجِّيْنٍ
kallaa inna kitaabal fujjaari lafii sijjiin
Artinya: Sekali-kali jangan begitu! Sesungguhnya catatan orang yang durhaka benar-benar tersimpan dalam Sijjin.
8. وَمَآ أَدْرٰىكَ مَا سِجِّيْنٌ
wamaa adrookamaa sijjiin
Artinya: Dan tahukah engkau apakah Sijjin itu?
9. كِتٰبٌ مَّرْقُوْمٌ
kitaabum marquum
Artinya: (Yaitu) kitab yang berisi catatan (amal).
10. وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ
wayluy yauma-idzil lil mukadzdzibiin
Artinya: Celakalah pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan!
11. الَّذِيْنَ يُكَذِّبُوْنَ بِيَوْمِ الدِّيْنِ
alladziina yukadzdzibuuna biyaumid diin
Artinya: (Yaitu) orang-orang yang mendustakannya (hari pembalasan)
12. وَمَا يُكَذِّبُ بِهٖۦٓ إِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ أَثِيْمٍ
wamaa yukadzdzibu bihii illaa kullu mu’tadin atsiim
Artinya: Dan tidak ada yang mendustakannya (hari pembalasan) kecuali setiap orang yang melampaui batas dan berdosa
13. اِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِ اٰيٰتُنَا قَالَ اَسَاطِيْرُ الْأَوَّلِيْنَ
idzaa tutlaa ‘alaihi aayaatunaa qoola asaathiirul awwaliin
Artinya: yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berkata, “itu adalah dongeng orang-orang dahulu.”
14. كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُوْنَ
kallaa bal roona ‘alaa quluubihim maa kaanuu yaksibuun
Artinya: Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.
15. كَلَّآ إِنَّهُمْ عَنْ رَّبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَّمَحْجُوْبُوْنَ
kallaa innahum ‘arrobbihim yauma-idzil lamahjuubuun
Artinya: Sekali-kali tidak![2] Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhannya.
16. ثُمَّ إِنَّهُمْ لَصَالُوا الْجَحِيْمِ
tsumma innahum lashoolul jahiim
Artinya: Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka.
17. ثُمَّ يُقَالُ هٰذَا الَّذِى كُنْتُمْ بِهٖ تُكَذِّبُوْنَ
tsumma yuqoolu haadzal ladzii kuntumm bihii tukadzdzibuun
Artinya: Kemudian, dikatakan (kepada mereka), “inilah (azab) yang dahulu kamu dustakan.
18. كَلَّآ إِنَّ كِتٰبَ الْأَبْرَارِ لَفِى عِلِّيِّيْنَ
kallaa inna kitaabal abroori lafii ‘illiyyiin
Artinya: Sekali-kali tidak! Sesungguhnya catatan orang-orang yang berbakti benar-benar tersimpan dalam ‘Illiyyin.
19. وَمَآ أَدْرٰىكَ مَا عِلِّيُّوْنَ
wamaa adrookamaa ‘illiyyiin
Artinya: Dan tahukah engkau apakah ‘Illiyyin itu?
20. كِتٰبٌ مَّرْقُوْمٌ
kitaabumm marquum
Artinya: (Yaitu) kitab yang berisi catatan (amal),
21. يَشْهَدُهُ الْمُقَرَّبُوْنَ
yasyhaduhul muqorrobuun
Artinya: yang disaksikan oleh (malaikat-malaikat) yang didekatkan (kepada Allah).
22. إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِى نَعِيْمٍ
innal abrooro lafii na’iim
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan
23. عَلَى الْأَرَآئِكِ يَنْظُرُوْنَ
‘alal aroo-iki yangdzuruun
Artinya: mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan.
24. تَعْرِفُ فِى وُجُوْهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيْمِ
ta’rifu fii wujuuhihim nadhrotan na’iim
Artinya: Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup yang penuh kenikmatan.
25. يُسْقَوْنَ مِنْ رَّحِيْقٍ مَّخْتُوْمٍ
yusqouna mir rohiiqimm makhtuum
Artinya: Mereka diberi minum dari khamar murni (tidak memabukkan) yang (tempatnya) masih dilak (disegel),
26. خِتٰمُهٗ مِسْكٌ ۚ وَفِى ذٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنٰفِسُوْنَ
khitaamuhuu miskuw wafii dzaalika falyatanaafasil mutanaafisuun
Artinya: laknya adalah kasturi. Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.
27. وَمِزَاجُهٗ مِنْ تَسْنِيْمٍ
wamizaajuhuu ming tasniim
Artinya: Dan campurannya dari tasnim,
28. عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا الْمُقَرَّبُوْنَ
‘ainay yasyrobu bihaal muqorrobuun
Artinya: (yaitu) mata air yang diminum oleh mereka yang dekat (kepada Allah).
29. إِنَّ الَّذِيْنَ اَجْرَمُوْا كَانُوْا مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يَضْحَكُوْنَ
innalladziina ajromuu kaanuu minal ladziina aamanuu yadh-hakuun
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang dahulu menertawakan orang-orang beriman.
30. وَإِذَا مَرُّوْا بِهِمْ يَتَغَامَزُوْنَ
wa-idzaa marruu bihim yataghoomazuun
Artinya: Dan apabila mereka (orang-orang yang beriman) melintas dihadapan mereka, mereka saling mengedip ngedipkan matanya,
31. وَاِذَا انْقَلَبُوْٓا اِلٰٓى اَهْلِهِمُ انْقَلَبُوْا فَكِهِيْنَ
wa-idzangqolabuu ilaa ahlihimung qolabuu fakihiin
Artinya: dan apabila kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira ria.
32. وَإِذَا رَاَوْهُمْ قَالُوْٓا اِنَّ هٰٓؤُلَاۤءِ لَضَاۤلُّوْنَۙ
wa-idzaa ro-auhum qooluu inna haa-ulaa-i ladhoolluun
Artinya: Dan apabila mereka melihat (orang-orang mukmin), mereka mengatakan, “Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang sesat,
33. وَمَآ اُرْسِلُوْا عَلَيْهِمْ حٰفِظِيْنَ
wamaa ursiluu ‘alaihim haafidziin
Artinya: padahal (orang-orang yang berdosa itu), mereka tidak diutus sebagai penjaga (orang-orang mukmin).
34. فَالْيَوْمَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُوْنَ
falyaumal ladziina aamanuu minal kuffaari yadh-hakuun
Artinya: Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman yang menertawakan orang-orang kafir
35. عَلَى الْأَرَآئِكِ يَنْظُرُوْنَ
‘alal aroo-iki yangdzuruun
Artinya: mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan.
36. هَلْ ثُوِّبَ الْكُفَّارُ مَا كَانُوْا يَفْعَلُوْنَ
hal tsuwwibal kuffaaaru maa kaanuu yaf’aluun
Artinya: Apakah orang-orang kafir itu diberi balasan (hukuman) terhadap apa yang telah mereka perbuat?
Itulah bacaan surat Al Muthaffifin dalam bahasa Arab, Latin dan artinya.
(Tribunlampung.co.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ilustrasi-baca-alquran_20160619_145726.jpg)