Penemuan Mayat di Bandar Lampung
Pria Lajang di Bandar Lampung Tewas Tersengat Listrik, Keluarga Tolak Autopsi
Firman (41), pemuda yang ditemukan tewas karena tersengat listrik di rumahnya, segera dimakamkan. Pihak keluarga juga menolak jenazah Firman diautopsi
Penulis: joeviter muhammad | Editor: Daniel Tri Hardanto
"Kemungkinan malam tadi (tewas), karena kemarin itu masih ada yang lihat Firman keluar rumah," kata Rohim.
Pria yang sehari-hari membuka jasa servis barang elektronik ini diduga tewas akibat tersengat aliran listrik.
Pada saat ditemukan, kondisi tubuh korban mengalami luka bakar dan mengeluarkan bau busuk.
Diduga, korban tewas beberapa hari sebelum ditemukan.
Kakak kandung korban, Rohim (59), mengatakan, luka bakar tersebut diakibatkan sengatan listrik.
"Posisinya tengkurap di atas lantai beralaskan bantal. Dari telinganya juga sudah mengeluarkan darah," kata Rohim.
Rohim mengatakan, dugaan tewas karena kesetrum listrik dilihat dari kondisi jasad korban.
Selain itu, korban tewas di dalam kamar tempatnya biasa menerima jasa reparasi perangkat elektronik.
"Sepertinya dia itu lagi servis HP, karena di dekat tubuhnya masih berserakan HP," kata Rohim.
Rohim menambahkan, rumah yang ditempati korban merupakan peninggalan orangtua.
"Mereka cuma tinggal berdua. Yang pertama tahu ya adiknya itu," kata Rohim.
Seorang warga ditemukan tak bernyawa dalam kamar sebuah rumah di Jalan Mayjen Sutiyoso, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung, Rabu (21/10/2020).
Warga menduga jenazah pria yang diketahui bernama Firman (41) itu tewas akibat tersengat aliran listrik.
"Sekitar jam setengah satu tadi, rame tetangga sini kasih tahu ada yang meninggal kena setrum gitu," ujar Ros, tetangga korban.
Belum diketahui pasti penyebab korban tewas.
Baca juga: BREAKING NEWS Tercium Aroma Tak Sedap, Tukang Servis Elektronik di Bandar Lampung Ditemukan Tewas
Namun, diperkirakan pria yang bekerja sebagai tukang servis alat elektronik ini meninggal sehari sebelum ditemukan.
Pasalnya, warga mencium aroma tak sedap dari jasad korban.
"Dia tinggal bersama adiknya. Memang orangnya jarang di rumah, makanya tiba-tiba dapat kabar udah meninggal," kata Ros. (Tribunlampung.co.id/Muhammad Joviter)