Berita Nasional

Kondisi Balita yang Dianiaya Paman-Bibi, Kelamin Bengkak dan Perut Mengeras

Kondisi balita yang dihajar paman dan bibi memilukan. Perut bagian bawah merah dan mengeras.

Editor: taryono
Kompas.com/ERICSSEN
Ilustrasi - Kondisi Balita yang Dianiaya Paman-Bibi, Kelamin Bengkak dan Perut Mengeras 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kondisi balita yang dihajar paman dan bibi memilukan.

Perut bagian bawah merah dan mengeras.   

Peristiwa terjadi di Medan, Sumatera Utara.

Diketahui, satu kantong darah sudah ditransfusikan ke balita berusia 4 tahun yang menjadi korban penganiayaan paman dan bibi di Medan, Sumatera Utara.

Balita itu mengalami kekurangan darah.

Kondisi yang cukup parah, perut bagian bawah merah dan mengeras.   

Ditambah lagi, buah zakar bengkak hingga sebesar kepalan tangan, karena sering mengalami pemukulan.

"Masih dalam perawatan di RS Bhayangkara. Trauma psikis, nanti yang bisa menerangkan psikiater. Kita masih belum bisa masuk ke arah sana, karena belum benar-benar sehat," ujar Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi ketika dikonfirmasi melalui telepon, Senin (26/10/2020).

Menurut Yasir, bagian fisik yang paling parah sakitnya adalah pada bagian kemaluan.

Yasir mengatakan, paman dan bibi korban mengakui sering memukuli bagian kelamin balita tersebut.

Alasannya, karena korban sering buang air di celana.

Baca juga: Tiara Kusuma Minta Anggotanya Tak Banting Harga di Saat Situasi Sulit, dan Patuhi Protokol Kesehatan

Baca juga: Artis Nikita Mirzani Ngaku Bergairah jika Pacari Orang Ganteng

"Kan bodoh kelakuan itu. Itu yang paling fatal. Ditanya, kenapa harus kemaluannya? Katanya, 'karena dia pipis Pak, biar dia ingat'. Waduh gimana. Nanti kalau tak bisa pipis gimana?" ujar Yasir menceritakan saat penyidik bertanya ke paman dan bibi korban.

Kepada polisi, para pelaku menjelaskan secara rinci kejadian penganiayaan terhadap korban.

"Ku bilang, kau ini sakit atau bagaimana. Sedih kali. Yang mengutarakan adalah si tersangka sendiri. Dia melakukannya seperti itu," kata Yasir.

Sementara itu, korban juga mengalami dampak trauma.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved