Badak Lampung FC
Manajemen Badak Lampung FC Kecewa Liga 1 dan Liga 2 Batal Digelar, Dani Aulia: Apa Boleh Dikata
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) Akhmad Hadian Lukita memastikan bahwa kompetisi sisa Liga 1 dan Liga 2 2020 tidak akan digulirkan .
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) Akhmad Hadian Lukita memastikan bahwa kompetisi sisa Liga 1 dan Liga 2 2020 tidak akan digulirkan pada tahun ini.
Menurutnya, lanjutan dari dua level kompetisi tersebut paling realistis digelar pada Februari 2021.
”Semalam baru rapat dengan PSSI. Kalau dilihat sampai saat ini kan belum ada izin dari Kepolisian. Jadi untuk sementara liga ditunda sampai Februari (2021),” kata Lukita saat dihubungi Tribunnews, Kamis (29/10/2020).
”Karena kalau kita lihat November izin kepolisian juga belum turun. Terus Desember lebih berat lagi karena ada Pilkada. Sementara Januari juga jadi pertimbangan gimana persiapan klub. Makanya yang paling aman itu di Februari (2021),” jelasnya.
Lukita belum tahu apakah operator akan meneruskan lanjutan Liga 1 dan Liga 2 musim ini atau memutar kompetisi baru pada Februari 2021.
Baca juga: Kompetisi Liga 2 2020 Belum Jelas, Pemain Badak Lampung FC Diliburkan
Baca juga: Tim Badak Lampung FC Diliburkan, Saepulloh Maulana: Mungkin Ini Langkah Terbaik
Pihaknya masih menunggu keputusan PSSI.
"Kami menunggu Surat Keputusan. Sebab, kami tidak urus itu. Apakah ini lanjutan kompetisi atau bukan, nanti akan dirumuskan," terang Lukita.
Lukita mengatakan tak menutup kemungkinan jika lanjutan Liga 1 2020 ini dihentikan.
Namun itu semua menunggu respons dari klub-klub Liga 1, dan setelah itu akan dirapatkan kembali.
“Nah ini lagi dirumuskan dulu, untuk sementara kita undur dulu sampai Februari. Tapi keputusan itu kita tunggu juga masukan dari klub-klub,” ujarnya.
“Karena klub-klub itu pasti punya masalah sendiri gimana kontrak sama pemain dan sponsor. Jadi kita tunggu masukan klub-klub minggu ini. Habis itu kita rapat lagi untuk menentukan (dihentikan atau jalan di Februari-red),” jelas Lukita.
Kompetisi Liga 1 sendiri baru menggelar tiga pertandingan sebelum dihentikan pada Maret 2020 akibat wabah virus corona.
Kompetisi sempat akan dijalankan pada Oktober 2020, namun dibatalkan karena tidak terbitnya rekomendasi keramaian.
PSSI sempat memaksa ingin melanjutkan kompetisi Liga 1 pada sisa tahun ini. Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan tadinya berharap penundaan itu hanya akan berlangsung hingga awal November.
Namun, keinginan PSSI itu terbentur izin dari kepolisian. Polri tidak memberikan izin untuk kompetisi dengan alasan pandemi Covid-19 dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak.
Setelah tanggal tersebut tampak tak bakal tercapai, PSSI dan PT LIB menyiapkan tiga opsi bergulirnya kembali Liga 1 yakni November, Desember, atau Januari.
Tiga rencana cadangan itu pun akhirnya batal setelah rapat Exco PSSI menghasilkan keputusan pada Rabu (28/10/2020) malam.
Terkait keputusan penundaan kompetisi itu, Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi mengatakan PSSI memberikan kewenangan kepada PT LIB selaku operator liga untuk membuat formula anyar.
“PSSI akan memberikan kewenangan kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1 dan 2 untuk mencari formula, format, dan sistem kompetisi terhadap keputusan PSSI tersebut,” tambah dia.
Terkait ditundanya pelaksanaan Liga ini, manajemen Badak Lampung FC mengaku kecewa.
"Kita sangat kecewa dengan situasi ini, namun apa boleh dikata. Kami yakin PSSI dan LIB sudah berusaha untuk bisa on schedule," kata Manager Badak Lampung FC Dani Aulia, kemarin.
Dani Aulia juga mengatakan, jika para pemain tetap diliburkan.
Menurutnya, berdasarkan schedule, Liga dilanjutkan pada Februari tahun depan.
Namun pihaknya belum mengetahui format serta regulasinya.
Dani juga mengaku belum mengetahui apakah pada Februari tahun depan sudah mendapatkan izin dari pihak kepolisian atau belum terkait keberlanjutan Liga tersebut.
"Belum ada rapat teknis. Ini juga infonya belum ada surat resmi," kata Dani Aulia. (tribun network/hrd)