Lifestyle
Tips Mix and Match Fesyen Retro Agar Tak Ketinggalan Zaman, dari Kaos hingga Celana
Bagaimana cara mix and matchnya? tergantung dengan selera si pemakai fesyen. Sebab selera orang beragam.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Jelita Dini Kinanti
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Retro adalah fesyen yang tidak dimakan zaman.
Sejak tahun lalu, hingga sekarang dan bahkan di tahun mendatang fesyen retro akan tetap ada.
Desainer D'Fitexclusive Fitria Bakrie mengatakan, retro menjadi fesyen tidak dimakan zaman, karena fesyen retro ada komunitas dan pecintanya tersendiri.
Mereka tetap menggunakan fesyen retro.
Mereka bisa dibilang adalah orang-orang yang sangat fanatik dengan fesyen retro, dan jangan ditanya kenapa mereka fanatik dengan retro?
Baca juga: Fesyen Retro Digemari Anak Muda, Cocok untuk ke Kampus hingga Hangout
Baca juga: Milenial Lampung Cindy Wahyuni Hobi Pakai Fesyen Retro karena Gombrong dan Nyaman
Karena selera orang kan beda-beda, dan tidak bisa disamakan.
"Hanya saja sekarang fesyen retro sudah mulai di mix and match dengan fesyen lain, yang artinya fesyennya tidak dari atas kebawah retro semua," urai Fitria Bakrie.
Bagaimana cara mix and matchnya? tergantung dengan selera si pemakai fesyen.
Sebab selera orang beragam.
Mix and match ini juga dilakukan para desainer.
Kebanyakan fesyen retro di mix and match dengan fesyen yang sedang tren.
Misalnya yang sedang tren adalah celana jogger, maka fesyen retro di mix and match dengan celana jogger.
Kalau mereka tidak melakukan mix and match, dikhawatirkan fesyennya akan terlihat ketinggalan zaman, karena setiap tahun selalu muncul fesyen terbaru walaupun fesyen retro masih ada.
Bagaimana mix and match fesyen retro?