Kasus Pencurian di Pringsewu

Alasan Korban Pencurian Sapi di Pringsewu Belum Laporan Polisi

Kasus pencurian sapi milik warga Pringsewu, Senen (70), belum sempat dilaporkan ke pihak kepolisian.

Tribunlampung.co.id/R Didik Budiawan C
Kondisi kandang sapi milik Senen, seusai aksi pencurian sapi yang terjadi pada Rabu (4/11/2020) dini hari. Alasan Korban Pencurian Sapi di Pringsewu Belum Laporan Polisi. (Tribunlampung.co.id/R Didik Budiawan C) 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id R Didik Budiawan C

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Kasus pencurian sapi milik warga Pringsewu, Senen (70), belum sempat dilaporkan ke pihak kepolisian.

Putra Senen, Slamet (42) mengungkapkan, alasan belum melaporkan kasus pencurian tersebut lantaran kecewa.

Menurut Slamet, sektar 3 bulan lalu, ayahnya juga kehilangan sapi.

Sayangnya, kata Slamet, setelah melaporkan kejadian kehilangan tersebut ke polisi, tidak ada tindak lanjutnya.

Sementara itu, Kapolsek Pringsewu Kota Kompol Atang menyarankan, supaya korban melapor atas peristiwa pencurian sapi tersebut.

Baca juga: Buronan Pencurian Sapi di Lampung Tengah Tertangkap Setelah Rekannya Diciduk Polisi Duluan

Baca juga: Pengacara Tersangka Dugaan Korupsi Dana Desa di Pringsewu Sebut Perkara Kliennya Unik 

DPRD Sepakat Aktifkan Siskamling

DPRD Pringsewu sepakat untuk mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) di setiap pekon di Pringsewu.

Menurut Ketua DPRD Pringsewu Suherman, siskamling cukup efektif mengantisipasi kriminalitas, khususnya aksi pencurian.

Suherman mengharapkan adanya koordinasi dalam penanganan aksi pencurian di Bumi Jejama Secancanan.

"Pekon supaya bisa menghidupkan kembali siskamling," ujar Suherman, Kamis, 5 November 2020.

Selain itu, Suherman juga mengimbau, agar masyarakat selalu waspada terhadap aksi pencurian.

Seperti yang mempunyai kendaraan, agar dapat memberikan pengaman tambahan.

Selain itu, Suherman mengharapkan, adanya patroli dari instansi terkait, terutama pada saat jam rawan dan dini hari.

"Kalau rawan-rawannya pencurian ternak, biasanya jam tiga, jam empat (dini hari)," tutur Suherman.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved