Tekuni Bisnis Dekorasi dan MUA, Lulusan UGM Asal Lampung Tengah Raup Omzet hingga Miliaran
Menekuni bisnis dekorasi dan make up artist (MUA), lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) asal Lampung Tengah, raup omset ratusan juta di usia belia.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Noval Andriansyah
Bisnis dekor dan MUA dijalaninya sebatas di lingkup Lampung. Namun pasarnya sudah dikenal luas sehingga dirinya memiliki pendapatan cukup fantastis.
Bermula dari paket dekor dan make up dari Rp 15 jutaan, lalu menjadi Rp 20 jutaan, Rp 25 jutaan, dan kini Rp 27,5 hingga Rp 37,5 jutaan. Bahkan menjadi ratusan juta karena termasuk gedung.
"Pernah dapat paket Rp 300 juta itu temen yang order. Jadi jangan remehkan jaringan pertemanan, terus bangun relasi. Yang jadi klien aku rata-rata justru teman, adik tingkat, juga kakak tingkat aku," imbuhnya.
Jika omzet pertama membangun bisnis omzetnya sebulan Rp 15 jutaan, lalu naik Rp 60 juta, kini tembus Rp 2 miliar dalam setahun. "Sebulan minimal ada 5 paket. Tapi di 2020 ini pendapatan terganggu karena kondisi pandemi, pendapatan belum stabil karena banyak yang cancel acaranya," kata dia.
Namun diakuinya justru itulah tantangan menjadi pengusaha. Tidak melulu meraih omzet tinggi. Namun bagaimana tetap bisa survive di kondisi apapun.
"Jadi pengusaha ya seperti itu. Harus siap pendapatan tidak stabil, rugi hal biasa. Antisipasi harus selalu dipelajari," paparnya.
Darah bisnis sendiri Restya dapatkan dari orangtua dimana ayahnya merupakan Owner Glompong (produksi bakso dan memiliki rumah makan).
"Dari SD udah biasa jualan jepit rambut, karet rambut. SMA jualan jaket ngambil dari Bandung.
Kegigihan yang dilihat dari orangtua itulah yang membuatnya menjadi pribadi pantang menyerah. "Bapak aku itu awalnya dari gerobak dorong jualannya," kata dia.
Restya berpesan untuk siapapun yang ingin sukses adalah agar membuka jaringan pertemanan dengan siapapun. Lalu memiliki sifat jujur dan baik.
"Jadi kita mau jual apapun orang percaya karena kita dapat dipercaya, terus kerja keras dan humble. Kalau kita ramah orang pasti seneng. Bangun personal branding, termasuk di social media," tandasnya.
Suami Restya, Anang Resdiyadi mengatakan selalu mendukung setiap kegiatan istrinya.
Bahkan dirinya pernah menemani sang istri ketika hamil muda dan tengah belajar fashion di Islamic Fashion Institute Bandung sebagai wujud dukungannya.
"Saya akan mendukung setiap keputusan istri asalkan positif, tidak akan melarang yang terpenting jangan lupa sama keluarga dan anak-anak,” ujarnya.
(Tribunlampung.co.id/ Sulis Setia Markhamah)