Tribun Bandar Lampung
Belanja Online di Lampung Capai Rp 111 M, Transaksi di Market Place Naik Meski Pandemi
transaksi belanja online pada triwulan II tahun ini mencapai Rp 36 miliar dan meningkat signifikan pada triwulan III menjadi Rp 111 miliar.
"Saya tidak menyangka bisa naik penjualan, karena sebelumnya saya sempat pesimis. Saya pikir bakal turun penjualan karena Covid, tapi ternyata sebaliknya," kata Ria Caradila.
Ia menjelaskan, selama Covid ini ia juga menawarkan promo potongan harga.
Ini agar para konsumen semakin tertarik untuk membeli produknya.
Selain itu, kata Ria, harga barang yang ia tawarkan relatif terjangkau.
Untuk kaus anak-anak dibanderol Rp 70 ribu dan dewasa Rp 100 ribu-Rp 110 ribu.
"Selama pandemi orang banyak di rumah. Jadi banyak orang belanja dari rumah secara online. Kaus Tapis ini banyak digunakan warga untuk membuat video-video menarik di Tik Tok atau Instagram," kata dia.
Owner @lacuisine.bdl dr Zaraz Obella juga mengakui adanya peningkatan transaksi online.
Bahkan sejak dua minggu terakhir, penjualan produk makanan onlinenya meningkat hingga 100 persen.
"Kami baru saja mengeluarkan menu baru yaitu nasi syurga kulit ayam, nasi syurga paru, dan nasi syurga campur yang masing-masing harganya Rp 20 ribu per porsi. Sebelumnya ada nasi kebuli Rp 30 ribu per porsi, beef kare Rp 30 ribu per porsi, dan beef pasta Rp 15-25 per porsi," kata dr Obel.
Menurutnya, kehadiran menu baru ini menambah daya tarik pembeli.
Selain itu, karena pandemi Covid, banyak orang khawatir keluar rumah.
Sehingga belanja dan memesan makanan secara online.
Jasa Pengiriman Naik
Naiknya penjualan barang online juga terlihat dari meningkatnya volume pengiriman barang maupun barang yang masuk di perusahaan jasa pengiriman barang.
Branch Manager PT Citra Van Titipan Kilat (BM TIKI) Provinsi Lampung Kukuh Rizal Pratama mengatakan, selama pandemi Covid ini volume pengiriman barang meningkat signifikan hingga 60 persen.