Tribun Bandar Lampung
Belanja Online di Lampung Capai Rp 111 M, Transaksi di Market Place Naik Meski Pandemi
transaksi belanja online pada triwulan II tahun ini mencapai Rp 36 miliar dan meningkat signifikan pada triwulan III menjadi Rp 111 miliar.
Saat ini ada sekitar 1.000 pieces barang keluar dari Lampung setiap harinya.
Sementara barang yang masuk dari luar Lampung mencapai 2.000 pieces perhari.
Sebelum pandemi, barang yang keluar Lampung tidak sampai 1.000 dan yang masuk ke Lampung hanya sekitar 1.200 pieces.
"Selama pandemi ini geliatan ekonomi di sektor jasa online shop memang tumbuh dengan tajam. Mungkin karena masyarakat enggan keluar rumah khawatir tertular Covid, sehingga banyak melakukan belanja secara online," katanya, kemarin.
Tiki juga memberikan layanan penjemputan paket yang ingin dikirim ke rumah.
Sehingga, para pelaku usaha yang berjualan online juga tidak perlu repot-repot datang ke kantor/gerai TIKI.
Pimpinan Cabang JNE Lampung Ahmad Junaidi juga mengakui, volume pengiriman barang dari transaksi online meningkat selama pandemi Covid.
"JNE memang ada kerjasama dengan UMKM dalam memasarkan produk mereka. JNE juga memiliki promo single tarif untuk kiriman se-Provinsi Lampung Rp 7.000 /kg dalam kota dan tarif Rp 12 ribu/kg ke seluruh Kabupaten di Lampung," katanya.
Ia mengatakan, banyaknya warga yang beraktivitas di rumah membuat transaksi belanja juga banyak dilakukan secara online.
Menurutnya, hampir semua jenis produk termasuk makanan dijual dan dibeli secara online. (Tribunlampung.co.id/lis/din/byu)