Tribun Bandar Lampung

PMI Lampung Kesulitan Cari Pendonor Darah Sukarela Akibat Pandemi

PMI hanya mampu mensuport 30 persen dari total kebutuhan darah di 23 rumah sakit se-Kota Bandar Lampung.

Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Soma
Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Lampung dr Aditya M Biomed. PMI Lampung Kesulitan Cari Pendonor Darah Sukarela Akibat Pandemi 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id V Soma Ferrer

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Palang Merah Indonesia (PMI) Lampung kesulitan mencari pendonor darah sukarela.

Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Lampung dr Aditya M Biomed mengatakan pemasokan darah melalui pendonor sukarela mulai tersendat sejak awal mula pandemi Covid-19 Maret lalu.

Hingga kini, terang dr Aditya, PMI hanya mampu mensuport 30 persen dari total kebutuhan darah di 23 rumah sakit se-Kota Bandar Lampung.

"Setiap harinya, paling tidak diperlukan sebanyak 100 hingga 200 kantong darang untuk memenuhi kebutuhan darah harian di Kota Bandar Lampung. Namun, saat ini UTD PMI (Lampung) hanya mampu memasok 20 hingga 30 persen dari total kebutuhan darah harian," kata dr Aditya, Rabu (25/11/2020).

Menurutnya, minimnya pendonor dasar sukarela itu diakibatkan bahaya masa pandemi yang masih menakuki setiap pendonor.

"Banyak yang masih takut mendonorkan darahnya karena pandemi covid-19," jelas dia.

Selain itu, ia mengatakan faktor lain penurunan pendonor ialah non aktifnya aktivitas fisik perkantoran dan sekolah.

"Karena sebelumnya banyak pendonor yang didapat dari bakti sosial kantor-kantor dan sekolah," terangnya.

Berkenaan dengan terus merosotnya pendonor, ia meminta masyarakat agar tidak perlu khawatir tentang proses pendonoran darah.

"PMI dalam melayani proses pendonoran darah menerapkan protokol kesehatan. Gidak perlu takut," imbau dia. (Tribunlampung.co.id/V Soma Ferrer)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved