Berita Nasional
Dokter dan Istri Meninggal Karena Covid-19, Tak Bisa Dirujuk karena Rumah Sakit Penuh
Dokter bernama dokter Sardjono dan istrinya meninggal dunia karena Covid-19 pada Rabu (2/12/2020) dini hari.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PAMEKASAN - Seorang dokter dan istrinya meninggal dunia karena Covid-19.
Ini terjadi di Pamekasan, Jawa Timur.
Dokter bernama dokter Sardjono meninggal dunia karena Covid-19 pada Rabu (2/12/2020) dini hari.
Hanya berselang beberapa jam, sang istri pun menyusul tiada.
Suami istri tersebut meninggal dunia bergiliran di hari yang sama.
Sakit selama sepekan, perawatan mandiri di rumah
Baca juga: Kontroversi Tagihan Biaya Pasien Suspek Covid-19 Rp 22 Juta, Diskes Bandar Lampung Beri Penjelasan
Baca juga: Calon Pengantin Wanita Tewas Minum Racun Sehari Sebelum Hari Pernikahan
Baca juga: Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 4 Halaman 54, 55, 57, 58 dan 59 Buku Pahlawanku Kebanggaanku
Ketua Penanganan Pasien Covid-19 RSUD Smart Pamekasan Syaiful Hidayat mengemukan, dokter Sardjono mulanya mengalami sakit karen Covid-19 selama sepekan.
Ia menjalani perawatan mandiri di rumahnya.
Lantaran tak kunjung sembuh, Sardjono lalu dibawa ke Rumah Sakit Moh Noer Pamekasan pada Selasa (1/12/2020).
Dokter spesialis radiologi tersebut masuk rumah sakit dalam keadaan tubuh lemas dan sesak napas.
Sedangkan sang istri juga diketahui terpapar Covid-19, diduga tertular dari suaminya.
Rumah sakit penuh, tak bisa dirujuk
Kondisi Sardjono terus mengalami penurunan.
Sedianya, ia akan dirujuk ke rumah sakit lain di Surabaya.
Tetapi karena rumah sakit di Surabaya penuh, tidak ada satu pun rumah sakit yang siap menerima dokter Sardjono.
"Semua rumah sakit di Surabaya penuh saat Sardjono akan dirujuk," tutur Yayak, panggilan akrab Syaiful Hidayat.
Meninggal setelah satu hari dirawat
Dokter Sardjono akhirnya tak bisa bertahan dan mengembuskan napas terakhirnya.
Ia meninggal dunia sehari setelah masuk rumah sakit.
Sebab, kondisi Sardjono terus mengalami penurunan hingga dibantu ventilator.
"Selasa sore dirawat dan Rabu dini hari meninggal dunia," kata Yayak.
Istri menyusul meninggal
Istri dokter Sardjono yang bernama Martini (60) rupanya meninggal dunia beberapa jam setelah dokter Sardjono berpulang.
Ia juga terinfeksi Covid-19 dan diduga tertular dari suaminya.
Martini meninggal di hari yang sama yakni Rabu (2/12/2020).
Meski sempat membaik saat dirawat, kondisi Martini terus menurun setelah kematian suaminya.
Pernapasan Martini bahkan harus dibantu dengan ventilator.
"Pandemi belum berakhir. Ini buktinya, ada pasangan suami istri meninggal bergiliran," kata Yayak.
Ia meminta masyarakat terus menjaga kewaspadaan dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. (Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Pilu Dokter Sardjono dan Istrinya, Meninggal Bergiliran karena Covid-19 di Hari yang Sama"