UM Metro

Ihsan Dacholfany UM Metro Jelaskan Taat Beragama dan Toleransi Umat Islam di Masa Pandemi

Agama merupakan sebuah rumah besar yang kokoh dimana semua aktivitas dan tahapan kehidupan manusia tidak pernah lepas dari kesadaran beragama. Agama m

Tayang:
ist
Agama merupakan sebuah rumah besar yang kokoh dimana semua aktivitas dan tahapan kehidupan manusia tidak pernah lepas dari kesadaran beragama. Agama mengajarkan kita untuk selalu bersabar ketika berada dalam keadaan susah dan bersyukur ketika berhasil. Selain itu, dalam beragama kita juga dianjurkan untuk selalu berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. 

Toleransi dalam Islam sudah ada sejak dahulu yaitu sejak zaman Nabi Muhammad SAW sampai sekarang dan telah menjadi karakter maupun tabiat hampir seluruh umat Islam.

Toleransi dapat dilakukan dengan saling menghormati, memberi kebebasan kepada pemeluk agama lain untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya, dan saling tolong menolong dalam hidup bermasyarakat.

Pada masa pandemi saat ini, banyak orang-orang yang sadar akan menghargai orang lain, seperti beberapa tempat ibadah atau kelompok lainnya mengadakan bakti sosial kepada orang yang membutuhkan sehingga menjadikan toleransi tumbuh ditengah pandemi.

Selain itu, menggunakan masker ketika beribadah juga merupakan bentuk toleransi di masa pandemi saat ini. Dengan kita menggunakan masker maka dapat mengurangi resiko penyebaran virus. Berdasarkan edaran PP Muhammadiyah No. 05/I.0/E//2020 Tanggal 12 Syawal 1441 H/04 Juni 2020 M bahwa pada dasarnya mendirikan sholat dalam keadaan wajah tertutup (bermasker atau lainnya) tidaklah dianjurkan.

Namun menutup sebagian wajah dengan masker ketika sholat berjamaah di masjid atau mushola dalam keadaan belum bebas dari pandemi Covid-19 seperti sekarang ini diperbolehkan dan tidak merusak keabsahan salat.

Merawat toleransi di tengah pandemi tidak menjadikan halangan bagi kita semua untuk saling menjaga dan menghormati satu sama lain.

Dengan tertib toleransi beragama, niscaya kerukunan tatanan kehidupan akan damai dan sejahtera, sehingga tidak terjadi gejolak permusuhan dan kebencian. Kita sebagai umat manusia harus berjuang menghadapi musibah ini agar kehidupan kita semakin bermafaat bagi manusia lain.(*)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved