Kasus Corona di Tulangbawang
Pengalaman Lucu Anggota DPRD Tulangbawang Positif Covid-19, Tak Bisa Cium Bau Mi Instan
Politisi PAN bernama Holil itu dinyatakan positif Covid-19 seusai menjalani tes swab secara mandiri, Senin (7/12/2020) lalu.
Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: Daniel Tri Hardanto
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Endra Zulkarnain
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Seorang anggota DPRD Kabupaten Tulangbawang terkonfirmasi Covid-19.
Politisi PAN bernama Holil itu dinyatakan positif Covid-19 seusai menjalani tes swab secara mandiri, Senin (7/12/2020) lalu.
Holil menceritakan kronologi dirinya terkonfirmasi Covid-19.
Bermula saat Senin lalu ia melakukan rapid test di sebuah rumah sakit swasta di Kecamatan Banjar Margo.
Baca juga: Ayah Datangi TPS, Paksa Anaknya yang Jadi Ketua KPPS Pulang karena Takut Corona
Baca juga: Nasib Para Artis yang Ikut Pilkada 2020, Ada yang Unggul Ada yang Kalah
"Dua kali melakukan rapid test, hasil reaktif," kata Holil, Kamis (10/12/2020).
Holil mengaku tidak mengalami gejala apa pun.
Dia melakukan rapid test secara mandiri atas inisiatif sendiri.
Itu dilakukan lantaran ia hendak mengikuti kegiatan partai yang diselenggarakan di Surabaya, Jawa Timur.
"Jadi untuk hadir di acara partai itu, seluruh kader diwajibkan menyertakan keterangan hasil rapid test. Karena itu, saya rapid test mandiri, dan hasilnya reaktif. Kemudian tes swab, hasilnya positif," ungkap dia.
Baca juga: Hasil Quick Count Pilkada 2020 di 9 Provinsi: Sumbar, Bengkulu, Kalsel, Kalteng, Sulut, Sulteng
Baca juga: Reaksi Putri Anne Saat Arya Saloka Dituduh Selingkuh dengan Amanda Manopo
Pada rapid test pertama, kata Holil, hasilnya reaktif.
Lantaran penasaran, selang 15 menit kemudian ia kembali melakukan rapid test menggunakan alat berbeda.
"Yang kedua ini (hasil rapid test) menunjukan garis tiga. Garis pertama atau atasnya kan indikatornya, kemudian muncul di garis IgG dan garis IgM. Kalau menurut dokter, saya pernah terkonfirmasi sebelumnya. Jadi antibodinya sudah muncul," papar Holil.
Untuk lebih meyakinkan diri, Holil kemudian melakukan tes swab di RSUD Menggala.
Dari hasil tes polymerase chain reaction (PCR) yang keluar sekitar pukul 18.00 WIB, Senin, ia dinyatakan positif Covid-19.
Petugas medis, terang Holil, sempat menanyakan keluhan atau gejala yang ia rasakan.
"Kalau yang saya rasakan normal, tidak ada gejala sama sekali. Artinya batuk, pilek, demam, dan sesak tidak ada. Hilang indera penciuman juga enggak. Alhamdulillah, sampai saat ini. Saya dianjurkan untuk isolasi mandiri di rumah," ujarnya.
Seusai Holil dinyatakan positif Covid-19, Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulangbawang langsung melakukan tracing dan rapid test terhadap anggota keluarganya dengan hasil nonreaktif.
Holil menceritakan kejadian lucu dimana ia sempat mengalami kehilangan indera penciuman sekitar setengah bulan sebelumnya.
Kejadian itu bermula ketika ia bersama beberapa rekannya tengah berkumpul.
Perbincangan tiba-tiba bubar lantaran ada salah satu orang yang buang angin.
Namun, saat itu Holil mengaku tidak mencium aroma apa pun.
"Mungkin sekitar tanggal 25 atau 26 November 2020. Kami lagi asyik ngobrol, tiba-tiba kawan ini bubar semua karena ada bau kentut. Nah, saya ini enggak kebau. Di situ saya sempat berpikir apakah saya terkonfirmasi positif Covid-19. Karena kan salah satu tandanya hilang indera penciuman," kata dia.
Rasa penasaran belum hilang, Holil pun memasak mi instan di rumah.
Ia ingin kembali menguji indera penciumannya.
Baca juga: Pamit Jajan ke Warung, Bocah 8 Tahun di Bandar Lampung Dikabarkan Hilang
"Mi instan itu baunya kan tajam juga. Saya pingin bauin, tapi tetap enggak kebau. Mungkin ke sininya semakin membaik, tapi terkonfirmasi kembali, mungkin," tandasnya. (Tribunlampung.co.id/Endra Zulkarnain)