Tribun Tanggamus
2 Hari Hilang, Pengelola Hutan Register Ulu Belu Tanggamus Ditemukan Gantung Diri di Pohon Alpukat
Pemuda asal Kabupaten Garut, Jawa Barat yang kelola hutan register 32 sekitar Kecamatan Ulu Belu, Tanggamus ditemukan gantung diri di pohon alpukat.
Penulis: Tri Yulianto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Tri Yulianto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Pemuda asal Kabupaten Garut, Jawa Barat yang kelola hutan register 32 sekitar Kecamatan Ulu Belu, Tanggamus ditemukan gantung diri di pohon alpukat.
Menurut Kapolsek Pulau Panggung Inspektur Satu Ramon Zamora, pemuda tersebut bernama Ade Supriatna berusia 18 tahun.
Sebelum ditemukan, pemuda tersebut sudah hilang dua hari.
"Saat ditemukan, korban tergantung dengan seutas tali tambang warna hijau sepanjang dua meter pada pohon alpukat," kata Ramon, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, Minggu (13/12/2020)
Ia menjelaskan, kejadian bermula pada Rabu 9 Desember 2020 sekira pukul 9.00 WIB, korban pamit pada kakaknya, Ahmad (27), yang tinggal satu gubuk untuk pergi kerja urus tanamannya.
Keduanya sama-sama mengelola hutan register namun beda lokasi.
Baca juga: Kronologi Bocah 15 Tahun Gantung Diri di Lapas Anak Bandar Lampung
Baca juga: Bocah 3 Tahun di Kota Agung Tanggamus Terjangkit Covid-19
Kemudian hingga sore, korban tidak kembali ke gubuk.
Ahmad berusaha mencari, namun tidak ditemukan.
Saat itu Ahmad menduga korban mancing karena itu adalah hobinya.
Namun hingga Kamis 10 Desember 2020, korban belum juga kembali.
Ahmad mencari di seputaran lahan kelolaan korban, tetapi tidak ditemukan.
Lantas Ahmad pun kembali gubuknya.
Sore harinya Ahmad melaporkan hilangnya Ade ke Erwin (60), tokoh yang dituakan di daerah Sido Bangun.
Erwin pun mengumpulkan para pengelola hutan di seputaran Sido Bangun untuk bersama-sama mencari korban.