Penangkapan Terduga Teroris di Lampung
Sosok Zulkarnaen, Terduga Teroris yang Ditangkap di Lampung Timur, Tahu Dalang Bom Bali I
Nasir Abas, mantan tokoh penting JI, ungkap kesaksiannya tentang Zulkarnaen, buronan terduga teroris yang tertangkap di Lampung Timur.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, YOGYAKARTA - Nasir Abas, mantan tokoh penting Al Jamaah Al Islamiyah (JI), ungkap kesaksiannya tentang Zulkarnaen, buronan terduga teroris yang tertangkap di Lampung Timur.
Zulkarnaen menjadi tokoh penting yang diduga terlibat operasi bom Bali I 12 Oktober 2002.
Nasir Abas merupakan adik ipar almarhum Ali Ghufron alias Muklas, pemimpin operasi bom Bali I.
Ia warga negara Malaysia, dan kini tinggal di Indonesia.
Baca juga: Buronan Terduga Teroris Ditangkap di Lampung Timur, Diduga Sembunyikan Penerus Dokter Azhari
Baca juga: Permintaan Terakhir Melisha Indonesian Idol, Ditemani ke Kamar Mandi dengan Kondisi Lemah
Baca juga: Biaya Tol dari Bakauheni ke Palembang Tahun 2020 dan Tarif Tol Lampung-Palembang
Nasir Abas ini pernah malang melintang sebagai kader dan pengurus JI Asia Tenggara.
Saat ditangkap Polri beberapa tahun lalu di Bekasi, Nasir Abas merupakan Ketua Mantiqi III JI berpusat di Palu, Sulteng.
Saat dihubungi Tribunnews.com, Minggu (13/12/2020) pagi, Nasir Abas menceritakan, Zulkarnaen mengetahui siapa dalang dalam operasi bom Bali I.
Nasir mengatakan, Zulkarnaen tahu, tapi tidak mau memberitahu.
“Bagi saya sudah cukup dengan respon itu, yang artinya memang anggota JI terlibat, lalu siapa yang terlibat?” tanya Nasir Abas retoris.
Kecurigaan Nasir Abas menguat ke sosok Mukhlas.
Baca juga: KPK Panggil Anggota DPD RI asal Lampung dan Kontraktor Terkait Dugaan Suap Dinas PUPR Lamsel
Baca juga: Sang Ayah Ungkap Penyebab Meninggalnya Melisha Sidabutar
Baca juga: Densus 88 Tangkap Buronan Teror Bom Bali I di Lampung Timur
Selain jabatannya sebagai Ketua Mantiqi 1, Mukhlas saat itu terlihat berbeda dari biasanya.
Earphone terus menempel di telinganya sepanjang kegiatan.
Nasir Abas membatin, apakah seniornya itu sudah berubah pikiran menghalalkan musik, padahal Mukhlas mengharamkan nonton televise.
Karena merasa itu mustahil, Nasir Abas yakin Mukhlas tidak sedang mendengarkan musik sepanjang hari.
“Saya yakin pasti mendengarkan berita, dan berita yang didengarkan pasti tentang bom Bali,” kata Nasir Abas, yang mengaku leluhurnya berasal dari Sumbar dan Jawa Tengah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/sosok-zulkarnaen-terduga-teroris-yang-ditangkap-di-lampung-timur-tahu-dalang-bom-bali-i.jpg)