Berita Nasional
Mobil Rombongan Pengantin Terguling Masuk Jurang, 3 Orang Tewas
Dalam insiden yang terjadi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, satu balita dan dua orang dewasa dinyatakan meninggal dunia.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID -- Tiga orang tewas dalam kecelakaan kendaraan rombongan pengantin yang jatuh ke jurang sedalam 100 meter.
Dalam insiden yang terjadi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, satu balita dan dua orang dewasa dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, belasan korban lainnya menderita luka-luka.
Mobil odong-odong tersebut tak kuat menanjang sehingga terjun bebas ke jurang sedalam 100 meter.
Baca juga: Asrama Mako Brimob Kelapa Dua Kebakaran, Api Diduga dari AC
Baca juga: Sopir Truk Logistik ke Jawa Bisa Rapid Test Antigen Gratis di Rest Area Tol Sumatera
Peristiwa ini terjadi di wilayah Dukuh Sipule, Desa Kluwih Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.
Dari tiga korban yang meninggal dunia, seorang diantaranya merupakan balita berusia 4 tahun.
Untuk, salah seorang saksi mata di lokasi kejadian sempat gemeteran saat menceritakan insiden maut yang menimpa rombongan pengantin.
Menurutnya, kondisi korban yang paling mengenaskan yakni balita berusia 4 tahun.
Sebab, bagian kepala bocah kecil itu tergencet badan kendaraan.
"Bilita itu meninggal di lokasi kejadian karena kepalanya terhimpit besi dari bagian kendaraan," terang Untung, warga Dukuh Sipule, Desa Kluwih Kecamatan Bandar yang ikut mengevakuasi korban, Jumat (18/12/2020) malam.
Baca juga: Gagal Rampas Tas Isi Uang Rp 50 Juta, Jambret Terjebak di Kali Jatuh Dilempari Batu
Baca juga: 1.500 Penumpang Terdampak Pesawat Lion Air Tergelincir di Lampung, 4 Maskapai Batal Terbang
Menurutnya, kendaraan yang membawa rombongan pengantin itu merupakan odong-odong.
Mobil tersebut tak kuat menanjang sehingga terjun bebas ke jurang sedalam 100 meter.
"Jurangnya memang dalam, untung saja bodi kendaraan tersangkut di pohon. Kalau tidak, semua penumpang pasti meninggal dunia," ujarnya.
Dikatakan Untung, sebelum odong-odong terperosok karena tak kuat menanjak, pengemudi melompat dan melarikan diri.
"Entah lari kemana, namun warga menemukannya di Polsek Bandar," terang Untung.