Pesisir Barat
Duka Keluarga ABK asal Pesisir Barat, Meninggal 6 Bulan Lalu, Jasadnya Belum Bisa Dipulangkan
pihaknya bersama keluarga almarhum Nanda Putra Pratama juga sudah mengunjungi kantor imigrasi dengan harapan ada jalan keluar.
Penulis: kiki adipratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Kiki Adipratama
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESISIR BARAT - Berbagai upaya untuk memulangkan jasad ABK kapal China, Nanda Putra Pratama (24), warga Pekon Mulangmaya, Kecamatan Ngaras, Kabupaten Pesisir Barat, oleh pihak keluarga.
Namun, segala upaya itu tak kunjung menimbulkan titik terang.
Nasib kembali atau tidaknya jasad Nanda Putra Pratama kini ada di tangan pemerintah.
Sejak terdengar kabar meninggalnya Nanda Putra Pratama kurang lebih enam bulan lalu, tepatnya 11 Juli 2020, keluarga tak pernah berhenti untuk mencoba memulangkan jasadnya.
Baca juga: Pemkab Pesisir Barat Akan Bahas Nasib Kepulangan Jasad Warganya yang Jadi ABK di Kapal China
Baca juga: Ayah-Ibu Sempat Lihat Wajah ABK Hasan Sebelum Masuk Liang Kubur
Keluarga Nanda sudah mencoba mengunjungi kantor pemerintah daerah setempat untuk meminta bantuan.
Mereka sudah berkali-kali mendatangi kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Pesisir Barat hingga Pemprov Lampung.
Namun, usaha itu pun masih tak kunjung membuahkan hasil seperti yang diharapkan.
"Sampai saat ini kita belum bisa ngasih informasi lanjutan masalah itu. Kita juga sudah pernah berkali-kali ke Diinas Tenaga Kerja Provinsi dan Kabupaten. Kita koordinasi dengan pemerintah. Tapi belum ada hasil," ungkap Camat Ngaras Yuzir, mewakili keluarga Nanda Putra Pratama, Rabu (30/12/2020).
Lebih lanjut dia menjelaskan, pihaknya bersama keluarga almarhum Nanda Putra Pratama juga sudah mengunjungi kantor imigrasi dengan harapan ada jalan keluar.
Baca juga: Bawaslu Persilahkan Paslon Ajukan Gugatan Sengketa Hasil Pilkada Pesisir Barat 2020
Baca juga: Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Hasil Pilkada Pesisir Barat 2020 Berlangsung Ricuh
Namun, lagi-lagi sampai lebih kurang 270 hari berlalu, belum ada kejelasan apakah jasad Nanda akan kembali atau tidak.
Kata dia, pihak imigrasi dan pemerintah daerah menyarankan untuk melakukan komunikasi kepada perusahaan tempat almarhum Nanda bekerja.
"Kita juga sudah koordinasi dengan pihak imigrasi. Tujuan kita ke sana kan jelas menyampaikan kegelisahan, kekhawatiran kita. Responnya memang baik. Mereka siap menindaklanjuti katanya. Tapi belum juga sampai sekarang," imbuh Yuzir.
"Tapi juga kata pihak imigrasi harus melalui perusahaannya di Jawa Timur karena dib awah naungan perusahaan," kata Yuzir.
Untuk itu, beberapa waktu lalu keluarga almarhum Nanda pun langsung bergegas mendatangi perusahaan tempat Nanda bekerja di Jawa Timur.
"Kami pernah ke perusahaannya di Jawa Timur itu. Tapi kata perusahaan, karena ini suasananya Covid, tidak ada izin penyeberangan dari China. Sehingga tidak bisa berlayar untuk memulangkan jasadnya,” ungkap Yuzir.
Yuzir mengungkapkan, setelah pertemuan tersebut, pihak perusahaan menyanggupi untuk memulangkan jasad Nanda.
Namun, kata Yuzir, hingga kini janji yang dijanjikan oleh perusahaan itu belum juga terbukti.
"Tapi mereka menyanggupi kapan pun waktunya jasad itu akan dikembalikan. Jasad itu akan pulang ke keluarga. Itu aja yang bisa mereka jelaskan. Bicara waktu, mereka tidak bisa memastikan. Direkturnya bilang begitu sebulan yang lalu. Yang jelas alasannya kendala Covid," kata Yuzir.
Harapan Keluarga
Jasad Nanda belum diketahui, apakah masih utuh atau seperti apa.
Sebab, kematian Nanda sudah terjadi kurang lebih enam bulan silam.
Meski begitu, keluarga tetap berharap jasad almarhum Nanda bisa kembali dalam kondisi apa pun.
"Yang jelas, kami keluarga tetap mengharapkan kepulangan itu. Kurang lebih udah enam bulan. Bagaimana pun bentuknya, jasad itu kami minta pulang secepatnya," kata Camat Ngaras Yuzir.
Yuzir menyampaikan, sampai saat ini kediaman orangtua Nanda Putra Pratama masih terpasang tarup.
Tarup itu tidak dilepas dengan harapan keluarga jasad Nanda akan kembali.
Baca juga: Sempat Ricuh, Rapat Pleno Hasil Pilkada Pesisir Barat 2020 Dipastikan Berlanjut
"Itu harapan kami. Kami sangat menginginkan semua pihak ikut berpartisipasi. Tarupnya saja tidak dilepas sampai sekarang. Sampai rusak tarupnya di rumah itu. Dan kami juga tidak berhenti mengirim doa," ungkap Yuzir. (Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama)