Bandar Lampung
8 Polisi Jaga Ketat Gudang Penyimpanan Vaksin Sinovac di Lampung
Pada tahap pertama, Lampung mendapatkan 40.520 dosis vaksin Sinovac. Vaksin tersebut diperuntukkan tenaga kesehatan terlebih dahulu.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Daniel Tri Hardanto
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Bayu Saputra
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sejumlah aparat ditugaskan untuk menjaga vaksin Sinovac yang tersimpan di kantor UPTD Instalasi Farmasi dan Kalibrasi Alkes Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.
Kepala UPTD Instalasi Farmasi dan Kalibrasi Alkes Diskes Lampung Aries Aviantono mengatakan, ada delapan personel polisi yang berjaga tempat tersebut setiap harinya.
Delapan personel tersebut terdiri dari tiga personel Polsek Tanjungkarang Barat, satu personel Polsek Telukbetung Selatan, 1 personel Polresta Bandar Lampung, dan tiga personel Brimob.
Vaksin Covid-19 tersebut disimpan di ruangan khusus dengan suhu 8 derajat celsius.
Baca juga: Foto-foto Vaksin Corona Tiba di Lampung, Disimpan di Gudang Dalam Pengawalan Polisi
Baca juga: Wagub Nunik Jadi Penerima Pertama Vaksin Covid-19 di Lampung
Penggunaannya menunggu izin atau emergency use of authorization (UEA) dari BPOM.
Pada tahap pertama, Lampung mendapatkan 40.520 dosis vaksin Sinovac.
Vaksin tersebut diperuntukkan tenaga kesehatan terlebih dahulu.
Lampung termasuk dalam 13 provinsi yang lebih dahulu mendapatkan vaksin Covid-19 pada tahap awal.
Vaksin Sinovac telah tiba di kantor UPTD Instalasi Farmasi dan Kalibrasi Alkes Diskes Lampung yang ada di Jalan Dr Susilo, Pahoman, Bandar Lampung, Senin (4/1/2021) pukul 01.26 WIB.
Baca juga: Dijaga Ketat Pasukan Bersenjata, Vaksin Covid-19 Akhirnya Tiba di Lampung
Baca juga: BREAKING NEWS 6 Anggota DPRD Lampung PAW Dilantik Hari Ini
Vaksin tersebut dikirim oleh PT Biofarma, Bandung, Jawa Barat.
Sebanyak 35 polisi mengawal mobil boks D 8888 SL yang membawa vaksin Sinovac.
Aparat mengawal ketat vaksin Sinovac dengan menggunakan kendaraan taktis 4 unit, baracuda 2 unit, dan mobil KBR (kimia biologi radiologi) 2 unit.
Saat tiba, vaksin tersebut langsung dimasukkan ke dalam cool room (ruang pendingin) bersuhu 8 derajat celsius.
Vaksin Sinovac itu dikemas dalam 21 boks.
Terdiri dari 20 koli x 1.960 vial (dosis) dan 1 koli x 1.320 vial (dosis).
Setelahnya, dilakukan pendataan ulang dengan metode pemindaian kode batang (barcode).
"Jadi barcode itu ditempelkan ke boks yang berisikan vaksin tersebut," kata Aries Aviantono.
Lampung merupakan provinsi kedua penerima vaksin Sinovac setelah Banten. (Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)