Bandar Lampung

PT KAI Divre IV Tanjungkarang Las Rel Kereta Api yang Terangkat dan Sempat Dikeluhkan Warga Panjang

Manager Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang Jaka Jakarsih mengatakan, proses pengelasan dilakukan oleh beberapa petugas Minggu (10/1/2021) malam.

Dokumentasi PT KAI
Pengelasan besi rel kereta api yang sudah tidak terpakai di Panjang. PT KAI Divre IV Tanjungkarang Las Rel Kereta Api yang Terangkat dan Sempat Dikeluhkan Warga Panjang 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Sulis Setia Markhamah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - PT KAI Drive IV Tanjungkarang melakukan pengelasan rel kereta api yang dikeluhkan warga Panjang lantaran pada bagian besi rel terangkat.

Manager Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang Jaka Jakarsih mengatakan, proses pengelasan dilakukan oleh beberapa petugas Minggu (10/1/2021) malam.

"Kami sudah pas yang perlu dilas dan merapikan jalur rel yang Dikeluhkan warga," ungkap Jaka kepada Tribunlampung.co.id, Senin (11/1/2021).

Dia mengungkapkan jika rel kereta api yang sudah tidak terpakai tersebut masih bagian dari PT KAI yang belum dihapuskan sehingga tidak bisa langsung dilakukan pembersihan jalur rel.

Baca juga: DPO Pencurian Besi Bantalan Rel Kereta Api Serahkan Diri ke Polres Way Kanan

Baca juga: VIDEO Truk Pengangkut Semen Hantam Kereta Api di Perlintasan Rel Panjang

Penyebab terangkatnya rel sendiri karena lalu lintas yang padat di titik tersebut dan kerap dilintasi kendaraan kelebihan muatan. 

"Kami imbau masyarakat yang melintasi titik ini agar tetap berhati-hati. Tidak diperkenankan melakukan pencopotan rel karena itu adalah aset PT KAI," tandasnya.

Sebelumnya warga mengeluhkan kondisi besi rel kereta api yang sudah terangkat di Kecamatan Panjang.

Tepatnya di perlintasan kereta api simpang tiga Jalan Yos Sudarso - Jalan Teluk Ambon (Jalan Baru) depan Pelabuhan Panjang, Kelurahan Pidada. 

Kondisi rel kereta api yang terangkat
Kondisi rel kereta api yang terangkat (Dokumentasi warga Panjang)

"Kami minta besi rel yang terangkat tersebut dirapikan kembali, karena membahayakan pengendara  terutama di malam hari," ujar salah seorang warga bernama Deni.

"Dan ini sudah makan korban, pengendara motor sudah ada beberapa yang jatuh di situ," tukas dia.

(Tribunlampung.co.id/Sulis Setia Markhamah)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved