Breaking News:

Tribun Way Kanan

DPO Pencurian Besi Bantalan Rel Kereta Api Serahkan Diri ke Polres Way Kanan

RH mendatangi Satreskrim Polres Way Kanan dengan didampingi Kepala Kampung Gunung Sangkaran, Juanda beserta keluarga RH.

Dokumentasi
RH di Mapolres Way Kanan. DPO Pencurian Besi Bantalan Rel Kereta Api Serahkan Diri ke Polres Way Kanan 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.Id, WAYKANAN - Seorang DPO pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) RH (32) Warga Kampung Gunung Sangkaran, Kecamatan Blambangan Umpu, menyerahkan diri ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Way Kanan, Sabtu (31/10/2020).

RH mendatangi Satreskrim Polres Way Kanan dengan didampingi Kepala Kampung Gunung Sangkaran, Juanda beserta keluarga RH.

Kapolres Way Kanan AKBP Binsar Manurung melalui Kasatreskrim Iptu Des Herison membenarkan bahwa RH datang menyerahkan diri Sabtu.

“Hari ini RH datang diantar kepala Kampungnya untuk menyerahkan diri. RH merupakan DPO salah satu Pelaku yang mencuri bantalan besi rel kereta api milik negara yaitu PT KAI yang terjadi pada 22 April 2020 lalu di Telung Tela Kampung Lembasung Kecamatan Blambangan Umpu dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah,” katanya, Senin 2 November 2020.

RH menyerahkan diri setelah Tim Tekab 308 Polres Way Kanan bersama tokoh masyarakat Gunung Sangkaran memberikan pengertian serta menyarankan RH agar menyerahkan diri.

Baca juga: Petugas Polres Way Kanan Bekuk Maling Besi Bantalan Rel Kereta

Baca juga: Operasi Zebra Krakatau 2020, Pengendara di Way Kanan Diberi Kartu Sanjungan dan Imbauan

Kasat menjelaskan dalam pencurian itu ada 7 Orang pelaku yang terlibat.

Diantaranya 5 orang sudah atau telah menjalani hukuman, kemudian RH dan satu lagi masih masuk DPO Satreskrim Polres Way Kanan.

“Kami berharap agar pelaku lainnya juga bisa menyerahkan diri Ke Polres Way Kanan sehingga permasalahan ini tidak berkepanjangan dan bisa selesai dengan menjalani hukuman yang berlaku,” ujarnya.

“Atas perbuatannya, pelaku RH dapat dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal tujuh tahun penjara, namun dengan itikad baiknya ini mudah mudahan-mudahan hukum RH dapat sedikit lebih ringan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Gunung Sangkaran, Juanda menambahkan bahwa RH merupakan seorang duda yang mempunyai anak yang masih kecil.

Namun, karena selalu khawatir dan was was RH akhirnya mau menyerahkan diri ke Polres Way Kanan.

Ia juga mengimbau kepada warganya yang lain yang menjadi DPO agar melakukan hal yang sama, supaya bisa menjalani hukuman sebagaimana mestinya.

Sehingga nantinya bisa menjalani hidup lebih nyaman tanpa ada kekhawatiran.

“RH ini Istrinya sudah meninggal dan memiliki satu anak yang masih kecil. Tapi dengan penuh ketegaran dia mau menyerahkan diri. Saya ucapkan terimakasih kepada pihak penegak hukum yang telah melayani kami dengan baik, semoga DPO lainnya juga mau menyerahkan diri seperti RH,” katanya. (Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)

Penulis: anung bayuardi
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved