Sriwijaya Air SJ182 Hilang Kontak
Pemprov Lampung Berikan Bantuan Makanan dan APD ke Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Pipit Piyono
Selain itu Gubernur Lampung melalui Dinas Sosial turut memberikan paket bantuan kepada keluarga Almarhum Pipit Piyono.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Reny Fitriani
"Kenyataan (sudah digali sebelah makam anaknya). Karena ini amanah, bisa nggak bisa harus bisa,," urai dia.
Almarhum Pipit Piyono sendiri meninggalkan seorang istri dan seorang balita berjenis kelamin laki-laki berusia 7 bulan.
Sriwijaya Akan Fasilitasi
Pihak Sriwijaya Air akan memfasilitasi semua korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 asal Tulangbawang Barat tanpa dibeda-bedakan.
Manager Sriwijaya Air Lampung Darmando Purba mengatakan, pihaknya akan memberikan yang terbaik untuk korban maupun keluarga korban dalam peristiwa kecelakaan ini.
"Kita fasilitasi semua baik itu keluarga korban maupun jenazah. Kita dampingi, kita akan memberikan yang terbaik," kata Darmando di Terminal Kargo Bandara Raden Inten II Lampung, Sabtu (16/1/2021).
Dia memastikan, tidak hanya pada jenazah almarhum Pipit Piyono yang difasilitasi, untuk proses jenazah Yohanes dan Sugiono Efendi juga akan mendapatkan fasilitas yang sama.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menambahkan, terkait dua jenazah lainnya yang belum teridentifikasi, sampai saat ini pihaknya terus melakukan pengawalan.
"Berapa hari ini masih terus dilakukan identifikasi, karena memang ada data ante mortem. Mudah-mudahan dua jenazah lagi yang belum teridentifikasi ini segera teridentifikasi. Dari tim DVI kami terus bekerja," tandas dia.
Istri dan Kakak Korban Mendampingi
Jenazah Pipit Piyono, korban Sriwijaya Air Sj 182 asal Tulangbawang Barat, tiba di Terminal Kargo, Bandara Raden Inten II Lampung sekitar pukul 13.30 WIB.
Jenazah tiba menggunakan maskapai Batik Air ID 6712.
Nampak istri korban Neli Handayani bersama kakak korban Dwi turut mendampingi kedatangan jenazah di Terminal Kargo Bandara.
Namun istrinya enggan memberikan komentar berkaitan almarhum suaminya.
Peti jenazah Pipit Piyono (sebelumnya ditulis Pipit Priyono) berada di dalam mobil ambulans berwarna silver.
