Breaking News:

Tulangbawang

Bawa Sabu ke Rumah Makan, Pria Asal Mesuji Ditangkap Polisi di Tulangbawang

Polisi menangkap seorang warga Mesuji karena diduga bawa sabu saat masuk rumah makan di Tulangbawang.

Dokumentasi Polisi
Barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku yang bawa sabu saat masuk rumah makan di Tulangbawang. 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Endra Zulkarnain

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Polisi menangkap seorang warga Mesuji karena diduga bawa sabu saat masuk rumah makan di Tulangbawang.

Warga yang ditangkap jajaran Satresnarkoba Polres Tulangbawang tersebut adalah Dolek alias Ansori (37).

Pria asal Setajim, Kampung Talang Batu, Mesuji Timur, Mesuji, itu, diduga hendak mengonsumsi sabu di rumah makan Rangkas Banten, Jalintim, Kampung Penawar Rejo, Kecamatan Banjar Margo, Tulangbawang.

Bapak dan Anak asal Riau Jadi Pengedar Narkoba, Diamankan Bawa Sabu di Pelabuhan Bakauheni

Pemuda Bawa Sabu Dijaring di Rumah Makan

"Dia ditangkap Selasa (19/01/2021), pukul 18.30 WIB, di Rumah Makan Rangkas Banten," kata Kasat Narkoba Polres Tulangbawang AKP Anton Saputra, mewakili Kapolres Tulangbawang AKBP Andy Siswantoro, Jumat (22/1/2021).

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa satu bungkus plastik klip berisi narkotika diduga jenis sabu berat bruto 0,26 gram.

Polisi Juga mengamankan, satu tabung kaca pyrex, mic berwarna pink, handphone merek Xiaomi warna putih, HP merek Realmi warna hitam dan satu unit mobil jenis Datsun GO+ Panca warna abu-abu tua metalik, B 1731 TID.

Penangkapan petani itu bermula dari informasi yang didapat petugas yang menyebut rumah makan tersebut kerap dijadikan tempat penyalahgunaan narkoba.

"Info yang didapat bahwa Rumah Makan Rangkas Banten ini sering dijadikan tempat penyalahgunaan narkotika jenis sabu," kata AKP Anton Saputra.

Saat ini, pelaku yang bawa sabu itu masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolres Tulangbawang.

Gelapkan Dana Desa, Oknum Kepala Kampung di Tulangbawang Dijebloskan ke Bui

Bupati Winarti Rotasi 53 Pejabat Eselon III dan IV Pemkab Tulangbawang di Ruang Terbuka

Karena ulahnya, polisi akan menjerat pelaku pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Ancamannya, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 10 miliar," tandas Anton.

(Tribunlampung.co.id/Endra Zulkarnain)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved