Breaking News:

Tribun Lampung Selatan

Mengaku Ingin Usir Setan di Dalam Tubuh, Petani di Lampung Selatan Cabuli Anak di Bawah Umur

Berkedok guru mengaji, AMD (50), warga Kecamatan Merbau Mataram beraksi mencabuli beberapa anak di bawah umur.

grafis tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi korban pencabulan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Berkedok guru mengaji, AMD (50), warga Kecamatan Merbau Mataram beraksi mencabuli beberapa anak di bawah umur.

Tersangka yang kesehariannya berprofesi sebagai petani ini diamankan aparat Polsek Merbau Mataram.

Kapolsek Merbau Mataram Iptu Aspul Niswan, mewakili Kapolres AKBP Zaky Alkazar Nasution mengatakan, tersangka diamankan pada Senin (8/2) kemarin, sekitar pukul 23.17 WIB.

Tersangka ditangkap setelah menerima laporan orangtua korban pencabulan.

Kakek DA Ancam Gadis 15 Tahun Pakai Golok Sebelum Lakukan Pencabulan

Menurut Kapolsek, tersangka melakukan pencabulan pertama pada 24 Desember 2020 lalu di rumahnya.

Tersangka menggunakan modus sebagai guru mengaji dan hendak melakukan praktik rukiah terhadap korban.

"Korban pertama berinisial bunga, diajak tersangka ke dalam kamarnya untuk belajar mengaji. Setelah belajar mengaji, tersangka memberi uang Rp 100 ribu kepada korban dan melakukan rukiah terhadap korban yang masih di bawah umur," terang Iptu Aspul, Selasa (9/2).

3 Siswi SD Korban Pencabulan di Lampung Tengah Diancam Pakai Sapu Lidi Seusai Cabuli

Sebelum mencabuli korban, tersangka memberikan air putih kepada korban dengan alasan untuk membersihkan setan yang ada di dalam tubuh korban.

"Saat praktik rukiah itu, tersangka melakukan pencabulan," kata Iptu Aspul Niswan menambahkan.

Seusai beraksi tersangka meminta korban pulang. Pada 2 Februari tersangka kembali mengulangi perbuatannya di tempat berbeda. Kali ini korbannya dua anak di bawah umur.

Orangtua korban yang mengetahui perbuatan tersangka lalu melapor ke polisi. Polisi lalu mengamankan tersangka di kediamannya pada Senin (8/2) kemarin.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka diduga mencabuli lima anak di bawah umur. "Modus yang dilakukan tersangka kepada para korban ini sama," ujar IPTU Aspul.

Polisi pun melakukan visum et repertum terhadap korban untuk melengkapi bukti.

Karena perbuatannya, tersangka akan dijerat pasal 81 ayat (1) dan ke (3) dan pasal 82 ayat (1) dan ayat (2) UU No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Penganti UU No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.(ded)
--

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: soni
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved