Berita Nasional
Polisi Ungkap Pembunuhan Weni Tania, Bukan karena Ditusuk Bambu
Weni Tania, perempuan yang ditemukan tewas nengenaskan dk Sungai Cimalaka sudah dimakamkan Sabtu kemarin.
Penulis: ikhsan dwi nur satrio | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Weni Tania, perempuan yang ditemukan tewas nengenaskan dk Sungai Cimalaka sudah dimakamkan Sabtu kemarin.
Sang pembunuh yang diketahui bernama Dani juga sudah diringkus polisi.
Terungkap pula detik-detik Weni Tania tewas di tangan temannya itu.
Dani sendiri mengaku dia adalah mantan pacar Weni Tania dan saat kejadian, sedang dalam proses balikan.
• Gubernur Arinal Terima Penghargaan PWI Inisiator Bidang Pertanian dalam Peringatan HPN 2021
• Angin Kencang Hancurkan 20 Rumah dan Sekolah di 5 Kecamatan di Pesawaran
Hubungan asmara antara Weni Tania dan Dani sebelum wanita itu dibunuh dan ditusuk bambu sangat rumit.
Dani sang pembunuh janjian bertemu dengan Weni Tania di Alun-alun Wanaraja, Kabupaten Garut, pada Selasa (2/2/2021).
Saksikan video berita selengkapnya:
Pertemuan itu untuk membahas hubungan asmara mereka berdua yang sudah putus.
Menurut pengakuan Dani, korban ingin kembali lagi menjalin hubungan dengannya.
"Dia katanya mau (pacaran) sama saya lagi," kata Dani yang sudah ditangkap polisi saat jumpa pers di Mapolres Garut, Senin (8/2/2021).
• Kena Bully, Nia Ramadhani Nangis Ceritakan Momen di Tiktok Awards Indonesia 2020
• Viral Pemilik Kafe Minta Ditembak Mati Saja saat Operasi Yustisi: Karyawan Saya Mau Makan Apa?
"Gimana kalo saya (D) selingkuh, ia (korban) menjawab ya terserah kamu (D) aja, tapi sama saya terus dipertahankan hubungannya," kata Dani.
Setelah pertemuan itu, Dani mengajak Weni Tania pergi ke belakang PT Japfa yang jaraknya cukup jauh dari Alun-alun Wanaraja.
Saat di lokasi Weni Tania hanya fokus pada handphone yang dipegangnya dan tidak mengajak ngobrol, Dani pun langsung emosi.
"Di atas (sungai), dicekik, dibantingkan," kata Dani.
Setelah mengetahui korban tidak bernyawa, pelaku langsung menancapkan bambu pada kemaluan korban hingga tembus.