Berita Nasional

KNKT Sebut Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 Bermula saat di Ketinggian 8.150 Kaki

Kondisi terakhir pesawat Sriwijaya Air SJ 182 sebelum mengalami kecelakaan jatuh di sekitar Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021 terungkap

Penulis: ikhsan dwi nur satrio | Editor: Noval Andriansyah
Tribunnews.com/Irwan Rismawan
Ilustrasi Petugas KNKT memindahkan Flight Data Recorder (FDR) pesawat Sriwijaya Air PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-18 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT ungkap kronologi Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kondisi terakhir pesawat Sriwijaya Air SJ 182 sebelum mengalami kecelakaan jatuh di sekitar Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021 terungkap.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT mengungkap kondisi dan situasi terakhir yang dialami pesawat tersebut dalam konferensi pers Laporan Pendahuluan Kecelakaan pesawat udara Boeing 737 SJ 182, Rabu (10/2/2021).

Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Kapten Nur Cahyo Utomo menyebutkan, masalah pada pesawat yang mengangkut 6 awak dan 56 penumpang itu bermula saat mencapai ketinggian 8.150 kaki.

"Pada ketinggian 8.150 kaki, throttle atau tuas pengatur tenaga mesin sebelah kiri bergerak mundur," kata Nurcahyo.

Nia Ramadhani Merasa Kariernya Telah Hancur, Akui Tak Mampu Jadi Host

Sosok Heru Hidayat, Pemilik 20 Kapal Besar yang Terlibat Mega Korupsi Asabri dan Jiwasraya

Menurut Nurcahyo, data ini berdasarkan rekaman flight data recorder atau satu di antara bagian dari kotak hitam pesawat tersebut.

Nurcahyo mengatakan, masalah di throttle ini menyebabkan tenaga mesin berkurang.

Saksikan video Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 selengkapnya di sini:

"Tuas pengatur tenaga mesin sebelah kiri sempat bergerak mundur dan tenaga berkurang, sedangkan yang kanan tetap," ujar Nurcahyo

Menurut Nur Cahyo, tuas pengatur tenaga mesin sebelah kiri kembali bergerak mundur saat pesawat berada di ketinggian 10.600 kaki dan pesawat mulai berbelok ke kiri.

Ketika itu, pesawat Boeing 737-500 ini diminta naik ke ketinggian 11.000 kaki oleh air traffic controller, untuk menghindari jalur pesawat lain.

Ashanty Merasa Tugasnya Selesai Setelah Putra Angkatnya Putuskan Keluar Pesantren

Lagi Ngopi di Teras Rumah, Arya Saloka Ikatan Cinta Disindir Istri, Putri Anne: Lagi Ngegosip?

"Tuas pengatur tenaga mesin sebelah kiri bergerak mundur, atau throttle kiri bergerak mundur, yang kanan tetap," kata Nur Cahyo.

ATC kemudian memberi instruksi untuk naik ke ketinggian 13.000 kaki.

Pilot sempat menjawabnya pada pukul 14.39.59 WIB.

Namun, jawaban pilot itu merupakan komunikasi terakhir yang disampaikan Sriwijaya Air SJ 182.

"Ini adalah komunikasi terakhir yang terekam di rekaman komunikasi pilot di ATC Bandara Soekarno Hatta," kata Nur Cahyo.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved