UMKM Lampung
Berguna Saring Tembakau Rokok, Cangklong Kayu Buatan Andika Dipesan sampai Pulau Jawa
Tak hanya sebagai penunjang gaya bagi para perokok, cangklong rokok berbahan dasar kayu juga diyakini mampu menyaring tembakau.
Penulis: joeviter muhammad | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tidak hanya sebagai penunjang gaya bagi para perokok, cangklong rokok berbahan dasar kayu juga diyakini mampu menyaring tembakau.
Kandungan nikotin yang dihasilkan bisa sedikit berkurang karena meresap ke pori-pori cangklong.
Hal inilah yang menjadi alasan banyaknya pelanggan datang ke rumah rumah produksi pipa atau cangklong rokok milik Andika Ramli (43) di Jalan Hanoman, Gang Nangka, No 51, Jagabaya I, Bandar Lampung.
Bahkan cangklong buatan Andika ini sudah banyak dipesan pelanggan dari kota kota besar di Pulau Jawa.
Baca juga: Segarnya Orange Marmaland ala Kedai Ice Boba Bikin Nagih
Baca juga: Kuliner Lampung, Lezatnya Nasi Goreng Cik Ghufron di Tanjung Senang
"Untuk penjualan bisa juga pesan lewat Facebook Andika Pipa Vape," kata Andika, Kamis (18/2/2021).
Andika mengatakan untuk harga yang ia pasarkan masih terbilang terjangkau.
Terutama bagi para pecinta rokok dan kolektor Cangklong.
Satu pipa cangklong biasa dibanderol Rp 300 ribu - Rp 350 ribu tergantung bentuk dan ukurannya.
"Harga sudah termasuk ongkos kirim," kata Andika.
Dari berbagai macam jenis kayu yang banyak digunakan untuk membuat cangklong, Andika lebih memilih 3 jenis kayu saja.
Baca juga: DPRD Bandar Lampung Terima Putusan Pleno Penetapan Paslonkada Terpilih Bandar Lampung dari KPU
Baca juga: BREAKING NEWS DPRD Gelar Paripurna Istimewa Penetapan Paslonkada Terpilih Bandar Lampung
Yaitu kayu galih asem, santigi dan kemuning.
Menurutnya bahan tersebut lebih punya daya tahan dibandingkan kayu jenis lainnya.
"Untuk bahan kayu galih asem kita pesan dari luar, kalau santigi dan kemuning di Lampung banyak," kata Andika.
Andika mengatakan, usaha pembuatan pipa cangklong rokok ini sudah berjalan selama 8 tahun.
Ia mengaku mendapatkan keahlian membuat cangklong secara otodidak.
Bahkan ia kerap melakukan inovasi sendiri dengan memanfaatkan limbah dari ban dalam motor.
"Itu kita ambil bagian logamnya (klep ban dalam) bisa dijadikan bahan sambungan dan hiasan cangklong," kata Andika.
Untuk pembuatan, Andika menggunakan alat seadanya seperti gerinda dan bor mesin.
Satu hari Andika menyelesaikan satu buah cangklong.
Baca juga: Sambil Menahan Isak Tangis, Eva Dwiana: Terima Kasih Masyarakat Bandar Lampung
Baca juga: Eva Dwiana-Deddy Amarullah Sujud Syukur Ditetapkan sebagai Paslonkada Terpilih Bandar Lampung
"Kalau penjualan bisa gak nentu, kalau lagi banyak pesanan sebulan bisa sampai 50 cangklong terjual," kata Andika.
( Tribunlampung.co.id / Muhammad Joviter )