Bandar Lampung

Komunitas Lampung Literature Wadah Pegiat Literasi

Lampung Literature menjadi tempat bagi yang ingin turut membangun intelektualitas melalui seni, sastra, filsafat, dan spiritual melalui buku.

Dokumentasi
Komunitas Lampung Literature Wadah Pegiat Literasi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Komunitas Lampung Literature menjadi salah satu wadah bagi orang yang memiliki hobi menulis dan juga membedah isi buku melalui kegiatan diskusi. 

Salah satu pegiat Lampung Literature Devin Nodestyo mengatakan, Lampung Literature menjadi tempat bagi yang ingin turut membangun intelektualitas melalui seni, sastra, filsafat, dan spiritual melalui buku dan ruang diskusi.

"Kegiatan komunitas fokus di bidang literasi, toko buku, penerbitan, dan event yang berhubungan dengan buku dan seni," ungkap Devin kepada Tribunlampung.co.id melalui pesan WhatsApp, Minggu (21/2/2021).

Komunitas Lampung Literature merupakan turunan dari komunitas Berkat Yakin (Kober).

Komunitas Berkat Yakin (Kober) sendiri semula bernama Kelompok Sandiwara Berkat Yakin yang dibentuk oleh Ari Pahala Hutabarat bersama sekelompok seniman Lampung pada 26 Mei 2002.

"Terbentuknya Lampung Literature sebenarnya sejak 2010 lalu, tapi sempat beku sampai tahun 2018 dan kembali aktif sampai saat ini," kata dia.

Komunitas Lampung Literature menurutnya kerap menerbitkan buku dan melakukan kegiatan launching buku.

Namun untuk kegiatan saat ini kebanyakan dalam bentuk podcast dengan mengundang beberapa narasumber seperti dari komunitas pegiat literasi, seniman, hingga akademisi.

"Selain itu juga melakukan kegiatan internal seperti review buku dalam bentuk diskusi membahas soal isi buku tersebut," urainya.

Beberapa waktu lalu bahkan Komunitas Lampung Literature melakukan roadshow pembacaan puisi ke kafe-kafe yang ada di Bandar Lampung.

Rencananya ke depan, karena masih dalam situasi pandemi, komunitas ini akan fokus pada penerbitan buku dan podcast.

Devin mengungkapkan, semua kegiatan yang dilakukan komunitas ini adalah sebagai upaya untuk membangun budaya membaca dan intelektual di Lampung. 

"Walapun kalau dipikir nyaris mustahil, tapi kami tetap berjalan meski jalannya terjal," imbuhnya.

Untuk itu dirinya mengajak generasi pemuda untuk ikut bergerak dimulai dari hal kecil dan yang paling memungkinkan yakni membiasakan membaca buku baik online maupun offline.

Mahasiswa dan Pekerja

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved