Curanmor di Lampung Tengah
Begini Modus Curanmor di Perum GMP Yukum Jaya
Berdasarkan rekaman CCTV yang diperlihatkan pihak kepolisian, pelaku Yanto tak berkutik dan mengakui perbuatannya.
Penulis: syamsiralam | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH – Berdasarkan rekaman CCTV yang diperlihatkan pihak kepolisian, pelaku Yanto tak berkutik dan mengakui perbuatannya.
Modusnya, Yanto memantau di sekitar lokasi yang tampak sepi karena menjelang magrib.
"Karena sepi, saya kemudian membuka gerbang pelan-pelan. Kemudian ke arah motor di dalam garasi," jelas Yanto di Mapolsek Terbanggi Besar, Minggu (28/2/2021).
Dengan menggunakan kunci T, Yanto kemudian merusak kontak motor korban, dan langsung menggiringnya ke luar gerbang kos.
"Saya nyalakan motornya di luar (garasi kos) supaya tidak kedengeran, lalu saya bawa pulang ke rumah (di Kecamatan Way Pengubuan)," bebernya.
Meski terbilang lihai dalam melancarkan aksinya, Yanto mengatakan jika dirinya baru satu kali melakukan aksi pencurian sepeda motor.
Korban Riyana mengatakan, motornya hilang saat dirinya hendak mudik ke rumahnya di Desa Penumangan Baru, Tulangbawang Barat.
Sebelum mandi, korban memarkirkan motornya di depan kamar kos.
Gerbang kos dalam kondisi tertutup.
Namun, saat korban selesai mandi dan akan pulang, ia terkejut karena Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi BE 5896 QM miliknya raib.
"Biasanya motor saya taruh di depan kamar kalau saya ada di kos. Hari itu saya mau pulang ke Tulangbawang Barat, karena setiap akhir pekan saya memang selalu pulang," kata Riyana.
Mengetahui motornya raib sekitar pukul 18.00 WIB, korban lalu meminta tolong warga yang ada di sekitar tempat tinggalnya, namun tak ada yang melihat ada seseorang masuk.
"Lalu saya minta rekaman CCTV yang ada di gerbang kos. Begitu saya putar, ternyata motor saya dicuri seseorang di waktu yang sama (pukul 18.00 WIB)," bebernya.
Berbekal barang bukti rekaman CCTV tersebut, Riyana kemudian melaporkan curanmor tersebut ke Polsek Terbanggi Besar.
Berkat CCTV