Rumah Sakit Imanuel

Cara Mengatasi Sindrom Defisiensi Testosteron

Untuk pasangan yang telah menikah mungkin tidak asing lagi dengan kata terstosteron. Testosteron merupakan hormon seks yang penting untuk perkembangan

ist
Untuk pasangan yang telah menikah mungkin tidak asing lagi dengan kata terstosteron. Testosteron merupakan hormon seks yang penting untuk perkembangan alat reproduksi dan fungsi seksual sejak dalam kandungan, pubertas, sampai usia tua. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Untuk pasangan yang telah menikah mungkin tidak asing lagi dengan kata terstosteron. Testosteron merupakan hormon seks yang penting untuk perkembangan alat reproduksi dan fungsi seksual sejak dalam kandungan, pubertas, sampai usia tua.

Testosteron sebagian besar diproduksi oleh testis dan dikendalikan oleh salah satu bagian di otak (hipotalamus dan hipofise).

Fungsi Dari Testosteron adalah untuk diferensiasi organ seks (dalam kandungan), perkembangan pada waktu pubertas, dan mempertahankan fungsi normal tubuh. Bila kekurangan

testosteron terjadi sebelum pubertas maka akan timbul gejala seperti :

Testis, phallus dan prostate kecil

Rambut pubis dan ketiak, jarang atau tidak ada.

Panjang lengan dan tungkai tidak proporsional (penutupan epifiseal terlambat ).

Terdapat pengurangan massa otot

Suara pitch tinggi yang menetap

Pembesaran payudara

Proses spermatogenesis terganggu

Kadar testosteron akan menurun secara perlahan dengan bertambahnya usia, yang dimulai kira–kira pada usia 40 tahunan (aging process – proses penuaan) atau karena sebab-sebab lain

seperti :

Penurunan gairah seksual (libido)

Penurunan ereksi spontan (pagi hari)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved