Rumah Sakit Imanuel

Cara Mengatasi Sindrom Defisiensi Testosteron

Untuk pasangan yang telah menikah mungkin tidak asing lagi dengan kata terstosteron. Testosteron merupakan hormon seks yang penting untuk perkembangan

ist
Untuk pasangan yang telah menikah mungkin tidak asing lagi dengan kata terstosteron. Testosteron merupakan hormon seks yang penting untuk perkembangan alat reproduksi dan fungsi seksual sejak dalam kandungan, pubertas, sampai usia tua. 

Disfungsi ereksi

Menurunnya kekuatan dan massa otot

Osteopenia – osteoporosis

Hot flushes (muka kemerahan) dan berkeringat banyak.

Konsentrasi dan daya ingat yang menurun

Gangguan tidur & rasa mengantuk setelah makan malam

Meningkatnya lemak tubuh (visceral fat – perut membesar).

Depresi

Apa yang dimaksud kekurangan testosteron? Seseorang disebut kekurangan testosterone bila testis tidak mampu menghasilkan testosteron dalam jumlah yang cukup untuk fungsi

normal tubuh. Bisa terjadi sejak dalam kandungan sampai usia lanjut. Kekurangan testosterone dapat disebabkan oleh faktor genetic (Sindrom kallmann dan Sindrom Klinifelter),

kerusakan testis (infeksi,trauma, obat-obatan, kimia, radioterapi), penyebab organik (diabetes mellitus, sirosis hepatitis, gagal ginjal), serta faktor penuaan.

Lalu kapan seseorang perlu diberikan testosteron? Testosteron dapat diberikan bila ada keluhan, gejala klinis kekurangan testosteron dan pada pemeriksaan ditemukan kadar testosteron

yang rendah.Untuk pria berusia di atas 40 tahu, Anda dapat mengukur apakah Anda mengalami keluhan-keluhan Andropause (PADAM) dengan kuisioner berikut ini :

Apakah libido atau dorongan seksual anda menurun akhir- akhir ini ?

Apakah anda merasa lemas atau kurang tenaga?

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved