Breaking News:

Lampung Tengah

Sukirman Eks Perakit Senpi di Lamteng Jadi Role Model Program Mabes Polri di Lampung

Empat tahun sudah Sukirman (50) warga Kampung Karang Endah, Kecamatan Terbanggi Besar, menghirup udara bebas dari tahanan pasca kasus perakitan senpi

Tribun Lampung/Syamsir Alam
Sukirman menekuni pekerjaannya sebagai tukang las di Kampung Karang Endah, Kecamatan Terbanggi Besar. 

 
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id, Syamsir Alam

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNGTENGAH - Empat tahun sudah Sukirman (50) warga Kampung Karang Endah, Kecamatan Terbanggi Besar, menghirup udara bebas dari tahanan pasca kasus perakitan senjata api (Senpi) yang ia lakukan pada 2014 lalu.

Sukirman yang bebas di tahun 2017 kini melanjutkan usahanya sebagai seorang pekerja las bubut di rumahnya. Ia juga saat ini dijadikan Rule Mode pencegahan pembuatan dan peredaran senpi ilegal oleh Mabes Polri.

Ditemui di kediamannya, Senin (1/3/2021), Sukirman tampak tekun mengerjakan order las yang ia dapat dari warga. Ia memang memilih melanjutkan pekerjaan lamanya.

Baca juga: Polisi Selidiki Senpi Rakitan Milik Korban Tewas dalam Duel Maut di Jalinbar Tanggamus

Menurut Sukirman, meski ia terkadang tetap mendapatkan pandangan negatif dari sejumlah warga terkait pekerjan dan kasus yang pernah ia alami, namun hal itu justru menjadi pemicunya untuk tak mengulangi perbuatannya.

"Justru saya mau melihatkan kepada masyarakat, bahwa apa yang saya lakukan dahulu adalah hal yang salah. Dan saya tidak mau mengulangi perbuatan itu kembali." kata Sukirman.

Sukirman menceritakan keterlibatannya dahulu dalam proses perakitan dan penjualan senjata api, memang dilatarbelakangi masalah ekonomi.

"Saya dahulu tertarik dengan tawaran pembelinya, apalagi dibeli dengan harga mahal. Sampai akhirnya (jual beli senpi rakitan) itu diketahui oleh pihak kepolisian, hingga saya ditangkap dan harus dipenjara akibat kesalahan perbuatan saya itu," ujarnya.

Ia menceritakan, keahlian merakit senpi ia dapat secara otodidak, karena dirinya lama bekerja di bengkel las di kawasan Bandar Jaya selama sembilan tahun. 

Kini, Sukirman tetap menjalankan profesinya sebagai tukang las, meski serba dalam keterbatasan alat dan pelanggan yang menurun, terlebih di masa pandemi Covid-19 saat ini, dirinya tetap berkomitmen untuk tidak mengulangi perbuatannya merakit senjata api.

Halaman
12
Penulis: syamsiralam
Editor: soni
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved